[Sequel SAHABAT RASA PACAR]
!!! Bisa baca terpisah....
Kalau mau tau lebih detail, baca dulu yang pertama ya~
_______________°°°
👉🏻💘👈🏻
°
°
°
°
|| Keduanya menolak perjodohan yang diajukan oleh kedua orang tua mereka, karna mereka yakin kalau jo...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy reading guys 💕
___________________________________
Setelah selesai kelas cinta langsung mencari Gibran kepenjuru kampus, semuanya sudah cinta datangi, kecuali taman belakang kampus. Cinta berlari kecil menuju pohon beringin kemarin, namun kosong. Gibran tidak ada disana, lalu kemana dia?
Karna capek terus terusan berlari, cinta langsung duduk di bawah pohon beringin, tempat dimana ia menangis kemarin. Cinta membuka handphonenya, niat yang awalnya ingin mengirim pesan kepada Gibran langsung terhenti.
"Gue kan gak punya nomernya" gumam cinta merutuki kebodohannya, ia menyesal tidak meminta nomor Gibran kemarin, kalau sudah begini susah kan.
Cinta terdiam, ia berfikir harus mencari Gibran kemana lagi.
"DORR!!!!"
"AAAA!!!" Terdengar suara ketawa yang pecah, cinta tau siapa pemilik suara itu.
"Ikh!!!!" Cinta memukul lengan Gibran kesal.
"Aduh aduh..... Santai dong ta. Ngapain?"
Tidak menjawab, cinta langsung membawa Gibran ke ruang kesenian. Gibran yang sudah mengetahui itu hanya bisa pasrah dengan cinta yang sedikit berlari sambil memegang lengannya.
"Sekarang lo masuk dan—tunjukin bakat lo, gue tau lo pasti bisa!!!"
Gibran membuang nafasnya berat dan langsung masuk dengan terpaksanya. Sebenarnya ia sangat sangat tidak minat mengikuti band seperti ini, ia sangat tidak PD dan tidak peduli dengan sekitar, mungkin cinta adalah teman pertamanya di kampus ini setelah teman skateboard nya. Dengan sikap Gibran yang diam dan susah bergaul, itu membuat teman kelasnya menganggapnya aneh dan kuper.
Cinta langsung mengambil nomor urut. "Makasih kak" cinta langsung menarik Gibran lagi untuk menunggu disana.
Kebetulan sekali band kampusnya membutuhkan personil baru untuk pemain gitarnya, makanya cinta sangat excited menyuruh Gibran mengikuti seleksi ini saat mendengar suaranya yang bagus dan bermain gitar yang tak kalah bagus.