"Saya tidak mau tau ! Kalian harus mencari anak saya sampai ketemu. Cepat !"
Seorang pria yang berumur 50 tahun itu kembali menyuruh anak buahnya untuk mencari anak semata wayangnya yang sudah tidak pulang ke rumah selama seminggu.
Rasa menyesal dan kasih sayang lah yang membuatnya tidak menyerah untuk terus mencari dan mencari.
Setelah menyuruh semua anak buahnya untuk kembali bekerja, dia pun duduk di kursi kebanggaannya, tempat dia selalu menghabiskan waktu bersama kertas - kertas kantornya.
Dia sangat pusing. Kerinduannya sudah tak tertahankan. Dia benar - benar ingin meminta maaf pada anaknya tersebut.
"Hah."
Hanya helaan napas berat yang terdengar di ruangan itu. Pria itu pun memijat pelipisnya untuk menenangkan pikirannya.
TOK TOK TOK
Suara ketukan di pintu mengusik waktu sendiriannya.
"Masuk."
Setelah diberi izin, terbuka lah pintu tadi dan menampilkan sosok seorang wanita cantik yang seumuran dengan pria tadi.
"Ada yang ingin bicara denganmu."
"Bawa dia kemari."
Kemudian, seorang pria berseragam masuk ke ruangan tersebut. Setelah dipersilahkan duduk, pria itu pun mulai berbicara.
"Maaf mengganggu waktunya, Tuan Anderson. Saya datang ke sini ingin memberitahukan sebuah berita baik kepada anda." Ujar pria berseragam tadi.
"Silahkan."
"Setelah beberapa hari mencari, anak buah saya menemukan keberadaan anak anda, Abigail Anderson."
"Benarkah ?!" Ucap pria tua itu kaget.
"Iya. Dan kami juga mengawasi aktivitasnya. Saya sudah membawa beberapa berkas tentang tempat, orang - orang yang ditemui dan lainnya yang berhubungan dengan anak anda." Ujar pria berseragam tadi menjelaskan.
Wajah pria tua itu kembali cerah setelah mendengar kabar baik tadi. Dia benar - benar senang dan terharu.
"Tunggu ayah ya, nak."
================================
MEANWHILE...
Natha POV
Hari sudah siang. Kelas sudah berakhir sejak beberapa jam yang lalu. Tapi, makanan Kinanthi belum habis - habis juga. Padahal sudah sejam kami berada di kantin kampus ini.
"Lama amat lo ngunyah. Bosen gue lihat lo daritadi." Ujarku kesal.
"Iri bilang boss." Sahutnya dengan ke-santuy-an yang luar binasa.
Aku hanya bisa menahan kekesalanku kalau sudah bersama dengan Kinanthi. Bawaannya emosi terus kalau sudah dekat dengan dia.
Apalagi yang satu ini.
Sejak tadi, Bernard hanya tersenyum dan tertawa melihat layar handphonenya. Itu pun ketawanya sangat receh. Bahkan kursi yang didudukinya hampir jungkir balik saat dia tertawa tadi.
Apalah daya yang single ini.
"Oh iya, Nat. Bang James ngasih uang tambahan ke lo untuk yang kemaren." Ujar Bernard padaku ketika dia selesai meminum jus melonnya.
"Kemaren ?" Tanyaku bingung.
Emangnya kemaren ada apa, ya ?
"Yang lo gantiin shift gue. Nih, tebal amplopnya. Pasti banyak banget isinya." Jawab Bernard sambil memberikan sebuah amplop tebal padaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Feel Special (GXG)
RomanceManusia NOLEP bertemu dengan bidadari kesasar Bagaimana kelanjutan kisah mereka ? . . . . . Warning !!! GXG Homophobic harap minggir ! *cerita ini hanya fiksi belaka. Bila ada kesamaan nama, lokasi, dll, mohon dimaklumi :)
