BAB 24

23.8K 2K 21
                                        

Di mohon untuk memberikan vote terlebih dahulu agar tidak kelupaan sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini

Di mohon untuk memberikan vote terlebih dahulu agar tidak kelupaan sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•ARSYILLA POV•

AKHIR minggu kali ini beda banget rasanya buat gue. Dulu gue yang selalu bersihin rumah dan ngebabu tiap hari, sedangkan disini udah ada sekita 4 pembantu yang tugasin buat ngebersihin rumah.

Rumah Radith ini persis kayak istana. Efek gabut gak ketulungan, gue bangkit dari kasur dan pergi ke dapur.

Gue jalan keluar kamar dan ngelewatin kamar ketua Dark Shadows. Siapa lagi kalau bukan Radith. Pintu warna hitam yang ditempel sticker logo geng itu. Simbol elang sama tengkorak yang dibawahnya ada tulisan 'disturbing our territory you can die without respect!'

Gue bergidik ngeri ngebayangin gimana seremnya geng itu. Setelah denger cerita dari Arvin sama yang lain, sekarang gue tau kalau Dark Shadows bukan geng biasa. Denger-denger geng itu punya potensi kuat di kota ini.

Kaget?

Jangan tanya lagi lah. Masih gak nyangka Radith si ketua OSIS di Garuda ternyata pemimpin geng besar kayak gitu.

Farel juga pernah bilang, hampir setengah murid cowok di Garuda itu bawahan Radith. Arvin sama temen-temen cowok gue yang lainnya bukan anggota Dark Shadows kok. Tapi mereka masih akur-akur aja sama Radith ataupun anggota geng yang lain.

Informasi yang lebih bikin kaget ternyata gak cuman di Garuda, geng itu juga mencakup banyak cowok dari sekolah lain.

Okay skip about that.

Gue jalan nurunin satu persatu anak tangga. Dari sini gue bisa ngeliat banyak pembantu gang lalu-lalang. Semua yang kerja di rumah Radith ini ramah banget. Gak ada tuh yang sombong.

Gue masuk ke dapur dan nyoba cari beberapa bahan masakan.

"Mau ngapain non?" tanya bi Lastri-salah satu pembantu disini.

"Mau masak, Bi," jawab gue.

"Eh, gak usah biar bibi aja." Gue gelengin kepala. "Gak papa, Bi. Lagian Arsyilla udah lama gak masak-masak," balas gue cepat.

Bi Lastri nganggukin kepalanya setuju. "Oh yaudah bibi bantuin ya?"

"Udah gak papa, BI. Santai aja, Syilla bisa sendiri kok. Cuman bahan-bahannya dimana ya?" tanya gue.

Bi Lastri narik salah satu laci di kitchen set ini dan gue bisa ngeliat banyak banget bumbu dapur di dalamnya. "Ini, Non. Serius gak mau dibantuin?" tanya bi Lastri lagi.

Gue ngangguk sebagai jawaban. "Gapapa bi Lastri sayang. Santai aja, Syilla gini-gini pro dalam hal masak-memasak," kekeh gue.

Bi Lastri ikutan ketawa pelan. "Yaudah bibi mau ke taman belakang dulu," pamitnya.

KETOS (SUDAH DITERBITKAN) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang