[𝗙𝗢𝗟𝗟𝗢𝗪 𝗔𝗞𝗨𝗡 𝗔𝗨𝗧𝗛𝗢𝗥 𝗧𝗘𝗥𝗟𝗘𝗕𝗜𝗛 𝗗𝗔𝗛𝗨𝗟𝗨 𝗦𝗘𝗕𝗘𝗟𝗨𝗠 𝗠𝗘𝗠𝗕𝗔𝗖𝗔]
Serumah dengan ketos yang judesnya kebangetan. Gak kebayang!!
Ini adalah kisah hidup seorang Rembulan Arsyilla yang di takdirkan serumah dengan ketua os...
Di mohon untuk memberikan vote terlebih dahulu agar tidak kelupaan sebagai bentuk apresiasi kalian untuk cerita ini
Puter mulmednya say biar makin ngefeel
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•AUTHOR POV•
"WOI Reyhan! Gue cekik mati ya lo!"
"Reyhan sini lo kampret!!"
"Reyhan mati lo di tangan gue!!!"
Reyhan berlari-lari masuk ke kantin dengan Arsyilla, Elsya, dan Keysa yang terlihat mengejernya. Keributan itu tentu saja menjadikan mereka sebagai pusat perhatian.
Lengkingan suara Elsya membuat orang sekitarnya menutup telinga rapat-rapat. Ide cemerlang timbul di kepala Reyhan. Cowok itu berlari ke arah meja yang dihuni Radith beserta teman-temannya tanpa di sadari oleh ketiga cewek yang gencar mengejarnya sekarang.
"Rayhan lo jangan cari masalah ya sama gue njing," maki Elsya.
"Sayang mama sini, Nak. Sini bangke!" teriak Keysa.
Rayhan bersenyembunyi di belakang Ravino sembari memegang bahu cowok itu. Kedatangan cowok itu mengundang tatapan aneh dari Ravino dan teman-temannya.
"Weh anak kadal sini dong! Ngapain lo nemplok di belakang si Ravino hah?!" sewot Arsyilla.
"Ampun dong, Syill. Lo mukul udah kayak jadiin gue samsak aja anjir!" ujar Rayhan memohon.
"Yang nyuruh lo bajak hp gue siapa njing?!" tanya Arsyilla sengit.
Rayhan menyengir tak berdosa. "Iseng doang, Beb. Baperan amat dah lo," ejeknya.
"Masalahnya lo ngechat bang Vano yang aneh-aneh!" sewot Arsyilla.
"Nah iya! Lo juga ngechat bang Aksa pake hp gue ya sat! Mana bilang minta balikan lagi. Dimana letak muka gue hah?!" sewot Keysa menimpali ucapan Arsyilla.
"Gue kan sebagai teman membatu aja cuy. Kasian lo jomblo karatan. Mending balikan sama mantan kan?" Rayhan menaik turunkan alisnya ke arah ketiga cewek itu.
"Rayhan Adi Saputro, gue kadu ke bokap lo ya sat! Gangguin anak perawan orang aja!" sewot Elsya.
Penghuni tetap meja itu hanya mampu menyaksikan perdebatan panjang itu. Radith sedari tadi memfokuskan pandangannya hanya kepada satu orang. Arsyilla yang terlihat menatap sengit Rayhan sampai-sampai mengabaikan eksistensinya di meja itu.