REYYA #18 - Hari Terakhir

201 23 0
                                        

VOTE!!!!
_________

"AAAAAAA!"

Reynand langsung terbangun saat teriakan yang sangat keras itu menusuk gendang telinga. Masih pagi, dan dia sudah disambut oleh teriak penuh kasih dari gadisnya.

"Kenapa sayang?" Tanya Reynand sambil mengusap kedua telinganya.

Zoya terkejut, ia hanya diam sambil memandangi dirinya dan Reynand bergantian. Tapi setelah melihat tidak ada yang salah dari bajunya, ia langsung bernafas lega. Rupanya tadi malam dia hanya ketiduran dan tidak melakukan 'apa apa'

Gadis itu menyengir saat melihat sang kekasih mengusap kedua telinganya, muka bantal Reynand sangat menggemaskan. Dan bibirnya mempout lucu.

Tanpa sadar Zoya terkekeh sendiri, lihatlah kekasihnya ini sangat menggemaskan, terlihat hot dan cute secara bersamaan.

Reynand tidak peduli dengan kekehan Zoya, dia menarik tangan kekasihnya untuk masuk kedalam selimut yang dikenakan. Reynand memeluk tubuh Zoya dari belakang dan wajahnya ia sembunyikan di tengkuk Zoya.

Zoya menggeliat geli, "Rey, jangan gitu ah, geli tau," rengek Zoya yang tidak digubris oleh Reynand, malah laki laki itu menggoda Zoya dengan cara mencium leher gadis itu.

"HUAAAA!" Zoya tiba tiba berteriak membuat Reynand kaget. Kenapa gadisnya tiba tiba menangis? Dengan raut khawatir Reynand bangkit duduk dan memajukan tubuhnya untuk melihat wajah Zoya. Tetapi gadis itu melah menutupinya dengan tangan.

Lalu tanpa aba aba Zoya melesat menjauhi Reynand dan berlari menuju pintu kamar Reynand. Ia menoleh kearah Reynand sambil mengejek sebelum membuka pintu tersebut. Reynand terkejut sekaligus kesal, ia telah ditipu oleh gadis itu. Tapi hendak mengejar juga Zoya sudah tidak terlihat, biarkan ia mandi dulu saja, baru setelah itu Reynand akan memberi pelajaran yang manis untuk gadisnya.
____________

Zoya merenggangkan kedua tangannya sambil berteriak, gadis itu saat ini sedang berada disamping Villa yang langsung menghadap ke hamparan laut biru yang indah.

Zoya memejamkan matanya sambil tersenyum girang, sebuah senyuman manis dan tidak akan bosan melihatnya terus menerus. Gadis itu sedang sendiri saat ini, setelah keluar dari kamar Reynand, ia tak langsung menuju kamarnya sendiri, lagian masih sangat pagi dan teman temannya belum ada yang bangun.

Jadilah ia terhampar disini, udaranya sangat sejuk dan mengibaskan rambut panjang Zoya. Zoya tak peduli nantinya rambut miliknya akan susah disisir, yang penting dia bisa menikmati pagi indahnya saat ini.

Tiba tiba sepasang tangan merangkul lehernya dari belakang. Zoya langsung menoleh dan mendapati Zack yang wajahnya sangat dekat dengan dirinya. Zoya menghela nafas malas, ia kira yang datang adalah Reynand, ternyata hanya seonggok manusia tidak berguna. Hehe maapkeun Zoya.

"Ngapa lu disini sendiri? Kayak orang jomblo aja, padahal yang jomblo asli gak sengenes Lo," ejek Zack.

Zoya berdecak sebal, ia menoleh melihat wajah Zack dibahunya. "Lo kok bawel banget sih? Ya terserah gue lah mau disini kek, di genteng kek, di kamarnya Jungkook kek, bukan urusan lo," sewot Zoya.

Zack terkekeh, "Sensi amat sih, lagi pms lu?" Tanya Zack.

"Kalo iya kenapa kalo nggak kenapa?" Zoya berdecak sambil berusaha melepaskan rangkulan Zack, tapi tidak berhasil kawan kawan.

"Kalo iya gue wajar, kalo nggak juga wajar, soalnya Lo pms gak pms sama sama nyeremin," Zack tertawa terbahak melihat kembarannya sudah memerah menahan emosi.

"Zack," desis Zoya pelan, "kayaknya gue pingin lempar sesuatu ke sana," Zoya menunjuk arah laut dengan dagunya.

Lalu Zoya menengok kearah Zack dengan senyum menyeramkan, "Lo mau?" Tanya nya penuh penekanan.

Zack merasakan aura negatif disekitar tubuhnya, apakah ada makhluk gaib disini? Atau apakah kembarannya mengenal salah satu makhluk itu? Pikir Zack sambil melihat Zoya ngeri.

Laki laki itu mencoba tertawa meskipun terpaksa. "Mau apa? Mau cium? Mau nih," goda Zack sambil memonyongkan bibirnya.

Zoya bergidik, "hih amit amit punya kembaran kaya Lo," ujar Zoya sebelum berlari meninggalkan Zack yang tertawa kencang.
___________

Tak terasa hari sudah berlalu dengan cepat, dan besok adalah waktu mereka untuk pulang ke Jakarta. Maka dari itu para perempuan tidak menyia-nyiakan hari ini, mereka akan berbelanja oleh oleh sebanyak mungkin.

Seperti saat ini, Zoya bersama temannya sibuk mengitari penjual oleh oleh, makanan dan pernak pernik. Awalnya Reynand ingin ikut, tetapi Zoya menolak meski harus mengeluarkan tenaga ekstra karena Reynand tetap kekeh.

"Zoya, ini bagus gak?" Tanya Oliv menunjukkan dua jepitan berwarna hitam dan pink.

Zoya mengangguk dua kali, "bagus sih, lu mau pake jepit?" Tanya Zoya.

Oliv mengangguk antusias, "iya, nanti aku mau kasih jepit yang hitam ke Rio, terus yang pink buat aku, jadi BLACKPINK deh," ujar Oliv.

Zoya menatap Oliv aneh, "lu yakin mau kasih ini ke Rio? Emang dia mau?"

Oliv cemberut, tapi masih mengangguk antusias, "iya harus pokoknya," ujar Oliv penuh tekat, bahkan kedua tangan yang menggenggam jepit itu terkepal, dan mengacungkan keatas.

Zoya melirik sekitar malu, lalu menurunkan kedua tangan Oliv, "semangat sih semangat, tapi gak usah malu maluin," ujar Zoya gemas.

Oliv yang awalnya Semangat, berubah menjadi cemberut, "jadi Oliv malu maluin ya," ujar Oliv sedih.

Zoya gelagapan sendiri, ia lupa didepannya ini perempuan yang ajaib. "Bukan gitu maksud gue," Zoya menggaruk kepala.

"Eh apaan itu, wah ada odong odong. Lu mau naik gak Liv? Ayo kita kesana," seru Zoya.

Mata Oliv berbinar cerah, ia langsung pergi begitu saja dengan Zoya yang ditinggal untuk membayar jepit milik Oliv.

"Kampret lu Liv, untung temen," gerutu Zoya sebelum mengikuti langkah riang Oliv.
_________

-tbc

Jangan lupa klik tombol ⭐ dipojok kiri bawah dan komen sebanyak banyaknya bye bye 🙌  

Reynand & ZoyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang