Dengan kedua mata yang masih terbuka sempurna, Andira memandangi atap kamarnya yang kosong. Ucapan Alwan tadi sore terus terngiang di kepalanya. Walaupun dirinya sudah mengetahui kalau hal ini pasti akan terjadi, namun rasa sakit yang dirasakannya tetaplah teramat saat dirinya benar-benar sudah menghadapinya.
Ternyata begini rasanya ditolak. Walaupun Andira tidak mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Alwan, namun ucapan Alwan ketika mengatakan bahwa dirinya hanya menganggap Andira sebagai sahabatnya, secara tidak langsung cowok itu benar-benar sudah menolaknya.
Dengan cepat Andira mengusap pipinya yang basah ketika dia mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Lantas Andira tersenyum ketika melihat bahwa orang yang hendak masuk ke dalam kamarnya adalah Vio, bundanya.
"Bunda."
Vio berjalan ke arah kasur Andira. Melihat itu membuat Andira lantas melebur ke dalam pelukan bundanya. Vio tahu apa yang telah terjadi pada puterinya ini. Tadi sore, saat dia hendak memasuki rumah, dia mendengar ada suara ribut dari dalam. Vio mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah dan mengajak Theo untuk pergi ke tempat lain. Vio tidak menjawab saat Theo bertanya, karena kalau Theo tahu, suaminya itu pasti akan langsung mengamuk begitu melihat anaknya diinterogasi seperti tadi.
Dengan tangan yang terus bergerak di punggung Andira, Vio tersenyum maklum. Ada sedikit rasa sakit di dalam dadanya. Mengetahui bahwa puterinya ini baru saja disakiti oleh anak dari sahabatnya sendiri. Namun Vio tahu, Alwan juga tidak sepenuhnya salah.
Karena tidak ada yang bisa mengatur perasaan kita.
"Andira," panggil Vio dengan lembut setelah melepas pelukannya dari Andira. "Andira lihat bunda, sayang." Ucap Vio sambil mengangkat dagu Andira dengan sebelah tangannya. "Bunda udah denger semua yang Alwan bicarakan tadi sore. Memang saat itu hati bunda rasanya sakit sekali ketika tau laki-laki yang Andira suka ternyata nggak merasakan hal yang sama kayak Andira. Tapi, sayang, jangan jadikan hal itu sebagai sesuatu yang bikin kamu jadi sedih berlarut-larut. Sedih, kecewa, marah, itu wajar. Tapi, jangan biarkan rasa itu menguasai diri kamu."
Andira berusaha menahan air mata yang hendak keluar lagi dari kedua matanya. Apa yang bundanya katakan benar. Jangan sampai masalah sekecil ini membuatnya merasa terpuruk. Dia pernah mengalami masalah yang jauh lebih besar dari ini. Tepat tiga tahun yang lalu, sebuah insiden yang menyebabkannya sampai koma hingga tiga minggu lamanya.
"Andira, sayang, kamu kan sudah mengenal Alwan sejak kecil. Dari awal pun kalian memang kami perkenalkan sebagai sahabat. Memang wajar kalau pada akhirnya ada satu di antara kalian yang menginginkan sesuatu yang lebih. Tapi, Andira harus inget, ketika kita jatuh cinta pada seseorang, kita harus siap dengan dua kemungkinan, antara dia akan membalas perasaan kita, atau malah sebaliknya. Andira kan udah besar, Andira harus bisa melawan keegoisan Andira. Kalau ternyata Alwan memang nggak ada perasaan apa-apa ke Andira, Andira harus ikhlas. Toh, menurut bunda juga hubungan kalian sekarang ini udah spesial banget."
Lagi dan lagi, ucapan yang Vio lontarkan benar-benar menyentuh hati Andira. Tapi, apa benar hubungan yang dia jalani saat ini dengan Alwan sangatlah spesial? Andira memang merasa demikian, tapi bagaimana dengan Alwan?
Entahlah, untuk saat ini Andira ingin melupakan perasaan aneh yang dia rasakan terhadap Alwan. Dia ingin menyayangi Alwan sewajarnya seseorang yang menyayangi sahabatnya.
———•••———
Malam ini langit terlihat sedikit mendung. Tak ada satupun bintang yang menghiasi langit malam ini, membuat Alwan mengendus pelan karena bisa-bisanya dunia mendukung perasannya yang kacau saat ini. Padahal, niat awal Alwan duduk di balkon seperti ini adalah untuk melihat bintang demi menenagkan perasaannya yang entah kenapa membuat dadanya terasa sedikit sesak.
KAMU SEDANG MEMBACA
STS[1] - Too Late
Teen FictionSeperti pelajar pada umumnya, hari-hari gue diisi dengan belajar, belajar, dan belajar. Bukannya apa-apa, saat ini gue sudah kelas duabelas yang artinya tinggal menghitung bulan hingga akhirnya gue akan menghadapi Ujian Nasional. Mungkin karena terl...
![STS[1] - Too Late](https://img.wattpad.com/cover/99381551-64-k557018.jpg)