Part.2

13.6K 665 44
                                        

_________HAPPY READING ❤️________

****

Waktu pulang sekolah telah tiba,namun Kalia dan Karin masih saja berdiam diri di dalam kelas yang sudah sepi itu.

Karin memperhatikan gerak-gerik kalia yang gelisah sedari tadi dengan heran..."Lo ngapain sih?"

"is aku lagi bingung tau"ujar kalia.

"Bingung kenapa sih?"tanya Karin mulai kesal.

"Gimana caranya ngindarin Ka Marcell"ujar kalia.

"Lah,orang ganteng kaya gitu Lo hindari??..kalau si Udin yang Lo hindarin sih wajar"ujar Karin.

Udin??itu loh anak kelas mereka yang memiliki wajah culun,kulit hitam,dan gigi yang sedikit nongol ke depan.

"Bukan gitu karin"ujar kalia sambil menghentak-hentakkan kakinya.

"Trus apa dong"ujar Karin bingung.

Kalia menunduk malu.."aku tuh masih malu tau"

"Malu kenapa?"tanya Karin.

"Itu anu..yang  pas Ka Marcell nyium aku tadi"ujar kalia.

Karin menepuk jidatnya.."aelah gue kira apaan"

"Kasih Lia solusi dong"

"Bentar-bentar"ujar Karin dan berjalan ke arah pintu lalu celingak-celinguk mencari sesuatu.

Saat matanya terfokus pada satu titik,ia langsung masuk ke dalam kelas dengan tergesa-gesa.

"Gawat lia gawat"ujar Karin panik.

"Gawat apaan?"ujar Kalia.

"Itu..ka Marcell mau ke sini"ujar Karin membuat kalia langsung linglung.

"Aduh ngumpet dimana ya"ujar kalia melihat sekeliling kelas sambil menggigit jari telunjuknya.

"Aha!..Lo ngumpet di bawah meja paling belakang aja"ujar karin.

Tak menunggu waktu lama ia segera berlari ke meja belakang lalu bersembunyi dibawah meja.

Dapat ia dengar suara hentakan sepatu mulai memasuki area kelasnya.

"Kalia mana?"tanya Marcell dingin pada Karin.

Karin gugup bingung harus menjawab apa.."itu kak anu...udah pulang ya udah pulang"ujarnya lalu nyengir-nyengir.

Marcell menaikkan satu alisnya perkataan Karin yang gugup barusan membuat ia curiga.."Lo bohong sama gue?"

Karin semakin panik namun berusaha untuk tenang.."nggak siapa yang bohong?"

Marcell mengangguk membuat Karin diam-diam bernafas lega.."trus Lo ngapain masih disini?"

"Em ini mau pulang"ujar Karin lalu berjalan keluar kelas dengan tergesa-gesa,dalam hati ia terus merapalkan do'a untuk kalia semoga sahabat polosnya itu tak ketahuan oleh Marcell.

Marcell melihat ke arah hp nya lalu menyeringai,ia melirik ke arah bawah meja belakang disana terdapat satu pasang kaki membuat seringaiannya bertambah lebar.

Terlintas ide jahil di kepalanya"Kecoaaa....kecoaaa"teriak Marcell.

Kalia yang mendengar nama kecoa pun langsung bangkit dari tempat persembunyiannya lalu berteriak.

"AAAA BUNDAA TOLONGIN LIAAA"teriaknya.

Marcell yang tak dapat membendung tawanya langsung pecah seketika.

Bhahahahaha

Mendengar suara orang tertawa membuat kalia langsung berhenti menjerit.

"Ka Marcell ngerjain aku?!"ujarnya sambil memasang wajah garang namun bukannya takut Marcell malah semakin mengencangkan tawanya.

"is nyebelin"ujar kalia lalu berjalan keluar kelas sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Marcell menghentikan tawanya lalu menyusul kalia dengan berlari-lari kecil.

*****

"Lia tungguin"ucap Marcell setengah berteriak,namun Kalia tampak menulikan pendengarannya.

"Sayang tungguin"teriaknya lagi.

Marcell tersenyum ketika melihat kalia menghentikan langkahnya dengan langkah cepat ia segera menyusul kalia yang jauh beberapa meter darinya.

"Apa!"ujarnya garang ketika marcell sudah ada di sampingnya.

Marcell berusaha untuk tidak menyemburkan tawanya.."gak ada"

Kalia mendengus lalu kembali berjalan meninggalkan Marcell.

"Aku niatnya tadi mau beliin es krim, berhubung kamunya gak mau yaudah gapapa"ujar Marcell menaikkan nada suaranya berharap kalia mendengarnya.

Sepertinya harapannya terkabulkan buktinya sekarang kalia menghentikan langkahnya lalu menatap Marcell berbinar.

"Gak jadi deh ngambeknya"ujar kalia.

"Kenapa?"ujar marcell.

"Pengen es krim hehe"ujar kalia nyengir-nyengir.

"Yaudah yuk beli es krim"ujar Marcell sambil merangkul pinggang kalia.

"Yuk"seru kalia semangat.

Marcell terkekeh lalu mengacak pelan rambut Lia.

"Berantakan tau ka"ucap kalia cemberut.

"Sini-sini aku rapiin"ucap Marcell lalu merapikan rambut kalia yang berantakan karna ulahnya.

"Yuk beli es krim"ajak Marcell seusai merapikan rambut kalia.

"Yuk"

Lalu mereka berjalan beriringan menuju parkiran.

*******

Possesife MarcellTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang