Bab 10

1.2K 119 21
                                    

nb: readernim yang terhormat, part ini sudah mengalami revisi dan perombakan alur dari yang sebelumnya demi keberlangsungan cerita. 

.

.

.

.

.

.

.
Keesokan harinya Seokjin bergegas pergi ke Kampus dengan perasaan gelisah, kemarin sore ia telah menunggu Taehyung di ruangan namun nihil orang itu tidak datang padahal mobilnya jelas masih ada di parkiran. Pesannya tak ada yang Taehyung balas hingga akhirnya Seokjin menyerah dan memutuskan untuk pulang sambi tetap mencoba menghubungi Taehyung.

cklek

"oh Seokjin, pagi" sapa Taehyung dengan ceria dan biasa saja.

"pagi Taehyung"

Keduanya terdiam, biasanya Taehyung akan menceritakan apa saja yang ia bisa ceritakan pada Seokjin dan tidak pada pagi ini Taehyung memilih untuk diam dan sibuk dengan hand phonenya.

"kemarin kau kemana saja Taehyung?"

"sehabis mengajar aku pulang Seokjin, memangnya apa lagi?"

"kau naik apa? mobilmu jelas masih ada di parkiran bahkan sejam setelah jam mengajar"

"oh aku pulang naik taksi"

"kenapa harus naik taksi? sebegitukah kau tak mau menemuiku?" ujar Seokjin sedikit emosional.

"tidak aku hanya ingin saja" 

"Taehyung!" 

"Seokjin, sadarlah di sini bukan hanya kau yang merasa paling tersakiti. Ada aku Seokjin, di sini aku sedang menghianati orang yang sudah aku anggap sebagai Hyung ku sendiri. Apakah kau tak memikirkan perasaanku juga?" ujar Taehyung terbawa emosi. 

"aku tak tau ternyata kau teman suamiku Tae"

"sama Seokjin, sama. Bila aku tau sejak awal kau istri Namjoon aku pasti tak akan menyentuhmu sore itu sekalipun kau menawarkan diri" 

Seokjin terdiam mendengarnya, ia sadar bagaimanapun juga kejadian itu ada karena ia dulu yang menawarkan dirinya pada Taehyung. Ia kembali mengingat bagaimana ia menawarkan diri untuk menghangatkan Taehyung padahal jelas ia sudah memiliki suami saat itu. 

Ini salahnya yang terlalu murahan, menawarkan dirinya tanpa pikir panjang. 

Sebenarnya banyak yang Seokjin ingin tanya dan ungkapkan namun ia tak sanggup, ia sadar sangat egois terus membahas hubungan ini. Bagaimanapun Taehyung yang akan merasa paling tersakiti dan ia tak mau orang sebaik Taehyung merasakannya. 

Seokjin mendengar helaan nafas panjang dari Taehyung

"aku harus mengajar Seokjin. Aku harap hubungan kotor yang kita lakukan cukup sampai di sini saja."

Batin Seokjin miris,

"selamat tinggal Kim Taehyung, Aku menyayangimu ani aku mencintaimu"

...

Namjoon memandangi punggung telanjang Wendy yang sedang tertidur di sampingnya, pikirannya kosong dan kini ia butuh pelarian. Lagipula sudah tugasnya memang untuk menyenangkan wanita di sampingnya itu hingga utangnya lunas.

Seokjin sedari kemarin terus berlarian di kepalanya, setau Namjoon Seokjin dulu adalah seorang pembohong yang buruk namun kini ia seolah tak bisa membedakan mana Seokjin yang jujur mana Seokjin yang berbohong. 

Harusnya ia merasa senang ketika Taehyung ada di sisi Seokjin karena orang itu dapat dipercaya dan ia yakin Taehyung dapat menjaga Seokjin dengan baik, lalu apa yang yang harus dirisaukan?

Morning Dew (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang