[BOOK II] [Completed]
Kelanjutan kisah perjalanan cinta antara Hwang Jimin dengan Valerie Johnson-Hwang.
Dari awal Valerie memang sudah berkata bahwa pernikahan bukanlah akhir dari cerita cinta bahagianya dengan Hwang Jimin, melainkan sebuah awal...
Previous chapter: Akhirnya, Jimin dapat menemukan seseorang yang bisa berbagi kehidupan dengannya. Seseorang yang selalu menemaninya kala sunyi malam menghampiri. Seseorang yang akan selalu bersamanya hingga akhir hari nanti.
***
Seharian mengelilingi Taman Duryu tidak membuat Jimin dan Vally lelah. Terbukti mereka tengah menuju restoran yang telah Jimin reservasi. Sementara Jiwon terlelap begitu nyaman di hotel dengan penjagaan Bibi Rin juga Pak Kang. Sepertinya bayi itu kelelahan bermain seharian dengan kedua orang tuanya.
Malam ini akan menjadi malam mereka.
Tanpa disupiri, Jimin membawa sendiri Audi R8 miliknya membelah jalan yang masih terlihat ramai meski waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.
"Apa aku sudah memberitahu bahwa kau sangat cantik malam ini?" Ucap Jimin memecah keheningan di dalam mobil yang hanya terdengar alunan musik jazz. Pandangannya lurus, fokus pada jalan namun tangan kanannya bergerak meraih tangan kiri Vally untuk dikecup punggung tangannya.
Vally yang diperlakukan manis hanya bisa tersipu malu dan membalas dengan suara lembut, "kau sudah mengatakan kalimat itu sebanyak 6 kali malam ini, jika kau lupa." Tatapannya turun melihat tangannya yang masih digenggam oleh Jimin. Tangan laki-laki itu tampak kecil jika disandingkan oleh tangan sahabatnya—Taehyung. Tapi jika dibandingkan dengan tangannya, tangan Jimin tampak begitu besar menangkup tangannya yang kecil.
Wanita itu tersenyum kecil melihat cincin pernikahan mereka yang tersemat pada jari manis Jimin. Lamunannya tersentak saat tangannya kembali ditarik pelan sehingga kepalanya bergerak mengikuti. Ia bisa melihat sisi kanan wajah Jimin dengan jelas, rahangnya yang terbentuk sempurna menambah kesan sexy pada Jimin. Ternyata pria itu hendak mencium punggung tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.