17. Rencana terselubung (2)

253 45 38
                                    

Selamat Membaca,

Jangan lupa vote dan commentnya temen-temen♥

***

"Yampun yampun guys... lo tau nggak kalo SuJu bakal comeback, yeeeee!!!" seru Erika heboh ketika baru saja membuka handponenya dan melihat berita itu.

"Suju siapa, gue gak kenal!" tukas Sekar sembari memasukkan seluruh peralatan tulisnya ke dalam tas.

Erika meletakan handponenya dan menatap sedih Sekar. "Hish. Sekar mah emang penghancur mood seseorang," ujarnya dengan mengerucutkan bibirnya ke bawah.

"Siapa yang bakal comeback?" sahut Zahra menengahi perdebatan yang sepertinya akan terjadi diantara mereka.

"Suju siapa? Kalo suju orang gila komplek gue mah, emang udah comeback dari dulu.." tambah Zahra dengan di akhiri tertawa.

Erika yang menatap Zahra dengan tatapan berbinar, seketika berubah kembali menjadi kesal. Dan berhasil membuat Sekar tertawa di atas penderitaan sahabat fangirlnya itu.

Erika memberengutkan bibirnya menatap mereka berdua kesal, "Kalian semua kenapa sih? Ga ada yang bisa ngertiin aku," eluhnya berdrama.

"Aku bisa ngertiin kamu kok my bubu Erika," sahut seseorang yang baru datang dari arah luar kelas.

Sekar dan Zahra sontak tergelak, melihat kedatangan seseorang yang memang sejak dulu sudah terang-terangan mengagumi Erika. "Tuh, udah disamper sama ayang mbeb, katanya mau dingertiin, cepet sana!" usil Sekar sambil mendorong pelan punggung Erika.

Erika berdecak, "Dih demi aku yang pernah ada di hatimu, eh kok malah jadi nyanyi. Demi kucingnya Zahra yang namanya Zaham itu, kalo sampe gue pacaran sama dia, bakal gue jual deh tuh Zaham!" ujarnya emosi.

"Eh. Eh. Eh. Kenapa bawa-bawa kucing gue, marpuah!" sahut Zahra tak terima.

Kericuhan yang terjadi di kelas semakin menjadi.

"Huhhh... dasar jubaidah!"

"Eh, eh eh! Kalo mau pada latihan demo itu di depan gedung DPR langsung sana... jangan di kelas!" Salah satu teman kelasnya datang dengan membawa sapu sembari berkacak pinggang emosi melihat keributan yang terjadi.

"Ancur 'kan jadinya nih kelas! Orang gue lagi piket juga, WEEHHHHH LO PADA BUDEK APA?!!!" lanjutnya mengomel seperti emak-emak dengan mata melotot tajam, namun diacuhkan oleh mereka semua.

"Lo nih biang keroknya... kan kelasnya jadi kotor lagi," sahut Zahra sambil menunjuk-nunjuk Erika.

Erika mendelik tak terima. "Orang lo juga, yang duluan.."

"Heh! Jaenudin nih yang duluan, dia yang mancing emosi kita..." elak Zahra sambil mengarah ke laki-laki yang di panggil Jaenudin tadi.

"Kok jadi aku si Jer? 'kan aku dari tadi cuman diem aja," belanya pada diri sendiri.

"Jar jer jar jer, emang gue jerry?!!!" sungutnya kesal.

"Tom and jerry kalik ah," Jaenudin tertawa sambil menutupi mulutnya dengan salah satu tangan. "Xixi, Ya iya lah... kamu 'kan Jerapah, ups hihi.."

"Wehh emang dasar yah anaknya Ibu, SURTI SIMILIKITI emang gini jelmaannya," balas Zahra menekankan katanya.

"Weh beraninya kamu bawa-bawa nama moms akoeh yang cantiknya membahana--seperti Syahrini yang punya jamboel catulistiwa, Syeperti ituh.." sahutnya kesal namun tetap ngondek.

Cici yang tengah memegang sapu hanya menggelengkan kepalanya emosi, karena merasa omelannya sejak tadi dihiraukan.

Cici menarik nafasnya dalam-dalam, bersiap untuk mengeluarkan teriakan andalannya.

ANGGARA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang