S E L A M A T D A T A N G !
Jangan lupa vote dan comment-nya💜
T h a n k y o u 😗
H A P P Y R E A D I N G ! ! !
* * * * *
Karena nggak selamanya kehidupan itu, bakal mulus-mulus aja kayak jalan tol.
* * * * *
"Oh iya... nama lo siapa yah tadi, gue lupa." ujarnya terkekeh sembari menjilat es krim contongnya.
Arendra berdecak, "Udah 1 jam loh kita barengan, masa lo lupa sih sama nama gue. Udah ditraktir es krim juga." jawab Arendra dengan raut wajah sok cemberut. "Rasa sakitnya seperti Ironman," tambahnya.
Zahra tertawa, "Jangankan rasa sakit, rasa Odadingnya mang oleh enak euy..." balasnya sama dengan candaan.
Zahra menoleh ketika Arendra menghentikan langkahnya. "Lah? Kenapa?" celetuknya dengan satu alis terangkat.
Arendra berdiri tegap dan menunjukkan raut wajah seriusnya ke depan. "Perkenalkan nama saya teh Arendra dari gugus 100 taraktadung 2020. taraktakdung. Taraktakdung. Taraktak, tak dung tak dung. Pararunten teteh cantik..." kata Arendra dengan memperagakan salah satu gerakan tik tok yang sedang viral diberandanya dan melupakan raut wajah seriusnya tadi.
Arendra menaikkan kedua alisnya bergantian seraya tersenyum jail. "Gimana? Ini perkenalan kedua gue. Biar lo terus ke inget sama nama gue."
Zahra melongo sejenak, "Lo---anak tik tok?" ucap Zahra yang masih melongo ditempat dan dibalas kekehan dari Arendra. "Pantes---alay..." tambahnya sambil tertawa ngakak.
"Gimana? Pasti lo bakal terus inget tuh sama nama gue." ujarnya percaya diri.
Zahra tertawa lagi, "Tergantung..."
Arendra mengerucutkan bibirnya sebal. Sekuat hati dirinya berkelakuan seperti ini agar gadis itu kepincut dengan dirinya, tapi ternyata sangat sulit juga. "Lo itu kayak bocah deh, dikit-dikit ngambek. Apa jangan-jangan---"
"Lo bayi kecil yang menjelma jadi cowok tampan. Kayak di novel-novel gitu..." tuduh Zahra.
"Eh iya jadi ke inget... Zahra mau sedikit cerita sama Aren, kalo Zahra itu... habis dibeliin novel banyak... banget sama monster. Siapa tau Aren mau baca novel yang tentang bayi gede?" tambah Zahra antusias. Senyum Arendra merekah begitu saja ketika Zahra memanggil dirinya Aren, persis seperti adik tirinya.
"Dibeliin sama monster?" tanya Arendra kebingungan.
Zahra mengangguk antusias, "Iya... tapi monsternya itu baik banget. Tapi kadang-kadang juga sih... tergantung mood." jelas Zahra dengan kekekahannya, mengingat tingkah moody-an si monster itu.
Arendra mengernyitkan dahinya. "Kok tergantung mood? Monsternya manusia apa bener-bener monster asli?" tanya Arendra ingin tahu.
Zahra berdecak dan mengerucutkan bibirnya ke atas. "His! Aren mah... masa masih percaya sih adanya monster di tahun 2020. Jadi, monster yang Zahra maksud itu manusia. Manusia yang sifatnya kayak monster gitu..." Arendra hanya menganggukkan kepalanya sambil ikut terkekeh.

KAMU SEDANG MEMBACA
ANGGARA
Fiksi Remaja[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] [Humor/Sad Romance] Bermulut pedas, seperti monster, berkuasa, dan suka marah-marah. Siapa sih yang tidak mengenal seorang pemuda dengan pemilik nama lengkap Malik Anggara Devario. Bahkan seantero sekolah pun tau bagaim...