Queenzie... Maaf saya tidak bisa makan siang dengan kamu. Saya ada rapat dengan para dosen.
Queenzie menghembuskan nafas kesal setelah membaca pesan Dhaffi. Dia sudah menunggu laki-laki itu hampir setengah jam, tapi pesan balasan dari Dhaffi malah tidak sesuai harapannya. Meskipun begitu, tidak ada yang bisa Queenzie lakukan selain membalas...
Iya gapapa, Mas :)
Queenzie menambahkan emoticon senyum di belakangnya agar Dhaffi tahu kalau Queenzie tidak marah.
Queenzie mengedarkan pandangan mencari teman-temannya. Ternyata hanya dirinya saja yang masih berada di depan kelas, sedangkan teman-temannya sudah ke kantin semua.
Queenzie tadi memang bilang pada mereka kalau dia ada urusan dengan Dhaffi yang membuatnya tidak bisa ikut nongkrong dengan mereka di kantin. Rencananya, Dhaffi dan Queenzie akan makan siang di luar kampus agar tidak membuat banyak orang berpikir macam-macam tentang hubungan mereka. Sayangnya, rencana itu gagal. Meskipun kecewa, tapi Queenzie maklum. Rapat dosen lebih penting dari sekedar makan siang.
Raut bahagia yang sejak tadi terpancar di wajah Queenzie sekarang meredup. Dia berjalan dengan lesuh menuju kantin untuk menghampiri teman-temannya. Sapaan para penggemarnya hanya dia balas dengan senyuman tipis saja.
Queenzie langsung menyenderkan kepalanya di bahu Calvin setelah dirinya sampai di meja teman-temannya. Calvin yang sedang sibuk bermain game dengan Kenzo pun terkejut saat ada kepala orang yang tiba-tiba menempel di bahunya.
“Kenapa lo, Beb? Katanya ada urusan sama Pak Dhaffi?” tanya Calvin dengan melirik sekilas. Meskipun dia bucinnya Queenzie, tapi dia tetap lebih memilih fokus pada layar ponselnya dari pada menatap wajah Queenzie karena kemenangannya sekarang lebih penting. Kenzo bisa semakin songong kalau lagi-lagi Calvin harus kalah darinya.
“Gak jadi. Dia ada rapat.”
Calvin manggut-manggut. Dia membiarkan Queenzie menidurkan kepalanya di bahunya, sedangkan dia tetap memainkan game.
Stella sedari tadi hanya diam saja memainkan ponselnya. Sepertinya dia sedang mengurus pekerjaannya. Queenzie yang tidak tahu harus melakukan apa pun memilih ikut bermain ponsel. Dia membalas pesan-pesan penggemarnya di instagram. Tidak jarang dia mengikuti akun fanbasenya sendiri dan akun fanbase Calzie yang mendukung hubungannya dengan Calvin.
Queenzie mencomot kentang goreng milik Calvin lalu memasukkannya ke dalam mulut setelah mencocolnya ke saus. Dia juga menyuapi Calvin setelah melihat mulut Calvin terbuka seolah memberi isyarat pada Queenzie agar memasukkan kentang goreng ke dalam mulutnya.
Pemandangan mereka yang saling suap-suapan itu membuat iri para penggemar Queenzie maupun penggemar Calvin yang berada di kantin itu. Mereka baper melihat interaksi antara Queenzie dan Calvin. Banyak yang masih mengharapkan mereka bisa kembali bersama.
Dhaffi memasuki kantin bersama Kinar. Mereka baru saja mengikuti rapat dan berniat ingin makan siang sebelum mengajar lagi setelah ini.
Mereka berdua mengedarkan pandangan untuk mencari meja kosong. Bukannya meja kosong yang tertangkap pupil mata Dhaffi, tapi malah pemandangan Queenzie yang sedang manja-manjaan dengan mantannya.
“Dia tidak punya tangan atau bagaimana sampai harus disuapi seperti itu? Queenzie juga, apa kepalanya seberat kelapa sampai dia tidak bisa membawa kepalanya sendiri?” dumel Dhaffi dalam hati.
“Kita duduk di sana aja yuk, Dhaff!” tunjuk Kinar pada meja di samping kaca.
Dhaffi mengangguk dan mengikuti langkah Kinar menuju meja itu. Dia melirik ke meja Queenzie sekali lagi. Posisi cewek itu masih sama. Bedanya sekarang dia sudah tidak menyuapi Calvin lagi karena kentang gorengnya sudah habis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Mas Dosen! (TERBIT)
Romance(TERSEDIA DI GRAMEDIA) PART TIDAK LENGKAP ⚠️ "Jika laki-laki itu bisa mengancam akan mengeluarkan Queenzie dari kelas, Queenzie juga bisa mengancam akan mengeluarkan laki-laki itu dari kamar. Lihat saja nanti!" Queenzie Sefaro, selebgram seksi yang...
