9. Dhaffi Dan Kinar

187K 18.5K 2.3K
                                        

Mobil Queenzie sudah terparkir dengan rapi. Kali ini dia membawa mobil sendiri karena Kenzo belum bangun. Queenzie sengaja meninggalkannya sebagai pembalasan karena Kenzo juga meninggalkannya tempo hari sampai membuat Queenzie diusir Dhaffi dari kelas. Belum lagi tugas bejibun yang Dhaffi berikan untuk Queenzie sebagai hukuman karena Queenzie terlambat. Untung saja laki-laki itu masih memiliki kadar kebaikan dalam dirinya meskipun Queenzie yakin lebih dominan kadar kejelekannya. Dhaffi memang membantu Queenzie mengerjakan tugasnya sampai selesai. Namun, dia tidak memindahkan Queenzie ke kamar seperti pesan Queenzie. Dia malah memindahkan Queenzie ke sofa yang membuat Queenzie bangun dengan tubuh merah-merah karena digigit nyamuk.

Sebelum keluar dari mobil, Queenzie menyempatkan untuk bercermin. Memperhatikan make up-nya dan sedikit merapikan rambutnya. Dia juga menyemprotkan kembali parfum identitas yang selalu berada di dalam tasnya. Orang-orang akan sadar dengan keberadaan Queenzie saat mereka mencium wangi parfum yang biasa Queenzie pakai. Wangi parfum yang menggoda, tapi berkelas. Sampai saat ini belum ada teman kampusnya yang menyamai wangi parfumnya.

Queenzie keluar dari mobil dengan wajah ceria. Dia bukan mamanya yang akan memasang wajah angkuh setiap berjalan di koridor. Queenzie hampir mengetahui semua kisah menarik mamanya semasa muda karena dia sering ikut nimbrung saat mamanya dan Tante Anna bergosip. Tante Anna yang baik hati itu akan dengan senang hati menceritakan aib-aib mamanya padanya. Termasuk tentang mamanya yang dulu pernah menjadi hater papanya. Itu sangat lucu menurut Queenzie. Dia sampai tertawa terbahak-bahak bahkan sebelum Tante Anna selesai bercerita.

Segala bentuk sapaan Queenzie dapatkan dari cowok-cowok yang berada di parkiran. Mulai dari senyum ramah sampai pujian-pujian untuk penampilan Queenzie hari ini. Queenzie membalasnya dengan senyuman dan sapaan balik. Tidak jarang dia membalas godaan mereka yang membuat para cowok itu menjadi salah tingkah.

Itulah kehebatan Queenzie. Jika cewek lain akan merasa salah tingkah saat digoda cowok, Queenzie malah sebaliknya. Dia akan membalas godaan cowok itu sampai cowok itu salah tingkah karenanya.

Queenzie melenggang manja di koridor. Bibirnya terus tersenyum membalas sapaan teman-temannya.

“Makin cantik aja, Zie,” puji seorang cowok yang tidak Queenzie ketahui namanya karena mereka tidak pernah satu kelas.

Queenzie balas tersenyum manis. “Thank you.”

Baru berjalan beberapa langkah, ada lagi cowok yang menyapanya sekaligus mengajaknya jalan.

“Hai, Zie! Sabtu jalan, yuk!” ajaknya.

Queenzie memasang tampang menyesal. “Sorry, tapi sabtu gue ada janji sama Kenzo mau bowling.”

Dia kembali berjalan menuju kelasnya. Saat sendiri seperti ini, para cowok yang mengaku sebagai penggemarnya memang sedang gencar-gencarnya mengajaknya jalan atau sekedar memujinya secara terang-terangan karena tidak ada Kenzo maupun Calvin di dekatnya.

Tanpa Queenzie sadari, ada laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya dari jauh. Laki-laki itu mendengus saat melihat Queenzie berjalan di koridor layaknya seorang bintang yang berjalan di red carpet. Apalagi sikap ramah Queenzie yang membalas semua sapaan cowok yang menyapanya itu membuat laki-laki itu kesal.

“Dhaffi, kamu dengerin aku gak, sih?”

Dhaffi langsung tersadar setelah mendengar suara dari perempuan di sampingnya. Dia menoleh pada Kinar, sahabat semasa SMA-nya. Mereka bertemu kembali saat Dhaffi mengajar di kampus ini karena Kinar sudah mengajar di kampus ini lebih dulu dari Dhaffi.

“Iya, kamu ngomong apa?” tanya Dhaffi, tapi matanya masih melirik ke arah Queenzie.

“Aku nanti nebeng kamu lagi gapapa, kan?”

Hello, Mas Dosen! (TERBIT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang