Part 24 - Perjodohan Satya

1.6K 83 3
                                        

Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepada aku
Beri sedikit waktu
Agar cinta datang karena telah terbiasa

🎶 Dewa - Risalah Hati 🎶

***

"Gimana? Udah siap?" tanya Alenta seraya melongokkan kepalanya ke dalam kamar Satya.

"Udah, Mom," jawab Satya seraya menyisir rambutnya ke belakang agar rapi. Lalu, ia melangkah menghampiri Alenta. "Adik-adik ikut?"

"Nggak, nanti rusuh," jawab Alenta sambil terkekeh.

"Ikut aja kali, Mom. Biar rame tahu," ucap Satya.

"Nggak usah ih, ntar rusuh. Kamu tau sendiri kan adik-adikmu gimana? Kalo nggak dosa, udah Mommy ceburin ke kali tuh semua adik-adik kamu," ucap Alenta.

"KALO NGGAK DOSA, UDAH KITA GANTUNG TUH MOMMY YANG GALAKNYA KAYAK MACAN!" teriak Gion, Feca, dan Celia bersamaan. Mereka bertiga tengah berada di ruang tengah seperti biasa.

"HEH!!" tegur Alenta kesal. "Kalo Mommy mati, siapa coba yang bakal masakin buat kalian? Hah?"

Gion, Feca, dan Celia tertawa.

"Canda, Mom. Serius amat," ucap Feca.

"Mukanya udah kayak orang kebelet berak," timpal Gion.

"Ih mulutnyaaa," ucap Satya.

"Jahat kalian mah. Masa iya anak Mommy yang waras cuma Satya doang," ucap Alenta. "Mommy kutuk jadi candi roro kejengkang baru tau rasa kalian ya!"

"ALENTAAAA! SATYAAA!!!" Teriakan terdengar dari luar rumah, teriakan Areska.

"Ayah manggil tuh," ucap Celia.

"Udah denger! Kamu kira Mommy budek?" ketus Alenta.

"Tuh kan ... tuh. Punya Mommy kok galak banget, punya dosa apa aku pas di kandungan," ucap Gion.

Satya tertawa, lalu ia merangkul Alenta layaknya sahabat. "Udah yuk, Mom. Ayah udah nungguin."

"Ayo," sahut Alenta. Lalu ia menunjuk anak-anaknya yang lain satu per satu. "Kita tinggalin anak-anak laknat itu."

Satya dan Alenta mulai melangkahkan kaki menuju ke pintu utama. Areska sudah menunggu di samping mobil berwarna silver.

"Kamu ikut mobil apa bawa motor?" tanya Areska.

"Bawa motor sendiri," jawab Satya.

Lalu, Areska dan Alenta masuk ke dalam mobil. Sementara itu, Satya naik ke atas motor ninjanya. Cowok itu mengikuti mobil Areska dari belakang dengan kecepatan stabil.

Malam ini adalah malam dimana Satya akan bertemu dengan seseorang. Seseorang yang akan dijodohkan dengannya. Satya tidak tahu apakah ia harus senang atau pun sedih. Satya tidak tahu.

Rasanya Satya sudah mati rasa dengan semua orang kecuali Anasya. Rasanya biasa saja. Satya tidak pernah yang namanya tertarik ataupun jatuh cinta lagi sekarang. Secantik apapun wanita-wanita yang ditemuinya sehari-hari, Satya sama sekali tidak tertarik. Yang bisa menarik perhatian Satya hanyalah Anasya.

ANASYA (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang