"Sepertinya kau sedang berbohong. Apa yang kau lakukan sendirian di diamond store?" Di tengah kesibukannya Mi Le masih sempat menghubungi Wilona memastikannya.
Ya tuhan apa Mi Le berhasil mengikuti
"Aku tidak pergi kesana," bibir bawahnya digigit, alisnya bertaut. Menandakan cemas ketahuan.
"Tadi aku menemui klien di sana dan melihat wanita mirip seperti mu, aku mengejar mu tapi kau sudah pergi jauh," lanjut Mi Le.
Wilona semakin berhati hati menjawab, "untuk apa aku pergi ke tempat itu? Kau salah lihat aku sudah bilang aku pergi bersama tante, tanyakan saja padanya jika tidak percaya." Wilona kekeh mengelak.
----------
"Tante, aku akan pergi sekarang."
"Ini pasti akan berhasil, baiklah sekarang kau pergi ke Vila nya, para pelayan sedang mempersiapkannya. Aku akan menunggu Mi Le. Supir ini akan mengantarmu, alamat nya sudah ku kirim." Jawab Lucy untuk Wilona.
Ini adalah sebagian dari rencana mereka berdua. Wilona pergi bersama supir mendahului menuju Vila yang sudah disiapkan untuk hadiah Mi Le.
"Mi Le, apa Wilona bersama mu di kantor?" Kenapa? Suara Lucy sedikit terburu.
Sambil memasang satu earphone lainnya Mi Le fokus mendengarkan Lucy bicara. "Bukankah kau usai pergi dengannya? Dua jam lalu baru saja aku menelpon nya,"
"Dia tidak ada di sini, semua orang telah mencarinya di setiap sudut rumah tapi tidak ada. Dia hanya meninggalkan sebuah surat yang bertulis "maafkan aku" Lucy sengaja mengecoh putranya.
"Aku ku akan mencarinya sekarang!" Mi Le segera terbangun dari duduknya dan bergegas.
"Cepatlah se--tut tut tut " Bicara Lucy belum usai, Mi Le sudah memutus telepon sepihak saja.
"Ternyata Mi Le sangat menyayangi Wilona, aku tidak menyangka dia sekhawatir ini." Tukas Lucy
Mi Le mengangkat tubuh yang tersandar di kursi kerja, melangkah meninggalkan ruangan termewah di perusahaan itu.
"Tapi bagaimana dengan rapat hari ini? Ayolah kau ini yang benar saja." Protes asisten nya Vin saat Mi Le mengajaknya pergi.
"Tunda besok, ada yang lebih penting dari itu." Jawab Mi Le cuek, tangannya sudah sibuk berkutat dengan ponsel.
"Tapi tuan ini a--"
"Apa kau dibayar untuk membantah Vin?" Lagi lagi, perkataan nya dipotong.
"Baiklah aku akan menyuruh yang lain untuk mengurus ini aku akan pergi bersama mu, tapi sebaiknya kau telpon nona Wilona terlebih dahulu." Jawab Vin tabah.
"Kau benar."
Tut tut tut
Kesekian kalinya, teleponnya tidak terhubung. "Kau kemana Wilona jangan membuatku khawatir seperti ini," bibirnya sudah melengkung. "Apa ini ulah Riko? Tapi tidak mungkin penjagaan di rumah sangat ketat. Jika Wilona pergi tapi apa alasannya?" Mi Le terus saja menggrutu.
Tut tut tut
"Ayolah kau kemana ya tuhan kenapa aku jadi tidak terkontrol seperti ini,"
Tut tut tut
"Baiklah aku sudah menghubungi mu berkali kali dan tidak ada jawaban. Apa sebenarnya kau ingin pergi karena kau merasa terpaksa bertunangan denganku," berbagai pertanyaan mulai muncul di otak nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesayangan CEO Tampan (ON-GOING)
Romantik"Jika malam itu kau tak lancang terbaring di ranjang ku mungkin hingga saat ini aku tidak pernah merasakan jatuh, se jatuh jatuhnya dalam cinta. Kau satu satunya wanita kriteria ku, Wilona Yin Cassela." Dalam semalam nasib seorang gadis si pemilik m...
