Berjalan waktu Alice semakin cemburu dengan Wilona. Bahkan mereka sama sekali tidak akrab, begitu juga dengan Glen, karena perintah istrinya dia juga cuek kepada Wilona. Saat Wilona bertanya kepada pasangan suami istri itu juga selalu di abaikan. Tapi Wilona tidak pernah memberitahu hal itu pada Mi Le, dia mengerti jika sampai Mi Le tau hanya akan menimbulkan keributan.
Sampai hari itu, rumah Keluarga Louise sepi. Ada hal yang mengharuskan semua orang di rumah pergi, kecuali Alice dan Wilona serta penjaga rumah di pos tamu.
Tringgggg
Tangan kirinya meraih pesawat telepon, lalu tangannya mengangkat diarahkan ke telinga. "Selamat sore. Dengan kediaman Keluarga Louise?" tanya Wilona lembut.
"Apakah ini calon menantuku? Suara mu terdengar anggun sekali." Ternyata Tuan Louise yang menelepon.
"Oh om, bagaimana kabarmu? Maafkan aku, aku tidak tahu kau yang menelpon," ucap Wilona.
"Tidak masalah, Wilona tolong berikan telepon ini kepada penjaga di depan."
"Tentu, sebentar aku akan memanggil nya ke bawah," pesawat telepon itu di taruh rapi, dengan langkah tergesa gesa kakinya melangkah menuruni anak tangga. Sampai satu kakinya tergelincir saat menapak hingga kehilangan keseimbangan.
Brak
"Ahhhhh!"
Kedua tangannya berusaha keras memegang railing tangga menahan tubuh nya yang tergantung.
Wilona terpeleset karena terlalu terburu buru turun kebawah, sampai dia akan terjatuh dari lantai atas. Saat itu rumah sepi, tapi tepat di lantai bawah Alice sedang duduk dengan santainya membaca sebuah majalah.
"Alice bantu aku tangan ku sudah tidak kuat lagi, akh," Wilona berusaha menggenggam erat pembatas tangga itu.
"Alice aku mohon panggilkan seseorang di depan untuk membantuku turun," suaranya begitu merintih, sambil berkali kali menguatkan posisi tangannya.
Kendati mendapat Wilona hampir celaka, Alice hanya memandanginya dari bawah. Bibirnya tersenyum menyeringai seolah berkata RASAKAN!
"Wilona! Vin cepat panggil semua orang di depan cepatlah!"
Beruntungnya Mi Le datang di waktu tepat, dia langsung berlari ke atas lalu meraih tangan Wilona dan menahannya.
"Bertahanlah! aku di sini okey kau tidak perlu takut, Vin cepat paman Han pegang kakinya aku akan mengangkat nya, kalian semua di bawah berjaga di sekitar trampolin!"
Seperti mendadak kedatangan badai. Mi Le begitu berkalang kabut dibantu Vin bersama dengan penjaga di rumah itu.
"Cepat hubungi dokter!" perintahnya untuk Vin. Suara nya terdengar begitu emosi beraduk khawatir. Air mukanya juga tidak santai.
Syukurlah Wilona berhasil diselamatkan, hanya saja sepertinya tangannya tergelincir karena bergantung lama di pagar tangga.
Mendapati Alice yang tengah melihat dokter yang memeriksa Wilona di luar kamar Mi Le langsung mendekatinya, "sebenarnya kau buta atau tuli? seharusnya wanita tidak punya hati seperti mu tidak layak berada di rumah, kau tau?" Mi Le bicara kepada Alice dengan tatapan horor.
"Kakak ipar maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud begitu aku hanya tidak tahu harus melakukan apa," Alice beralibi berusaha membela diri. Tapi jawabannya di abaikan oleh Mi Le.
"Apa kau merasa lebih baik sekarang?" Tanya Mi Le dengan air muka yang terlihat khawatir.
"Tidak perlu khawatir, hanya tangan ku masih sedikit sakit," jawab Wilona sambil berusaha mendudukan tubuhnya yang terbaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesayangan CEO Tampan (ON-GOING)
Romance"Jika malam itu kau tak lancang terbaring di ranjang ku mungkin hingga saat ini aku tidak pernah merasakan jatuh, se jatuh jatuhnya dalam cinta. Kau satu satunya wanita kriteria ku, Wilona Yin Cassela." Dalam semalam nasib seorang gadis si pemilik m...
