Damn,Glen

339 20 4
                                        

Beberapa hari terakhir Mi Le begitu sibuk dengan urusannya hingga selalu membuat Wilona menunggu sepanjang hari dan terjaga setiap malam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Beberapa hari terakhir Mi Le begitu sibuk dengan urusannya hingga selalu membuat Wilona menunggu sepanjang hari dan terjaga setiap malam.

"Ini sudah larut. Mi Le tidak bisa dihubungi. Beberapa minggu belakangan sikapnya sangat aneh, dia sama sekali tidak pernah memperhatikanku lagi. Sebelumnya dia tidak pernah dingin begini."

Tatapannya kosong mengarah ke gerbang kediamannya bersama Mi Le. Berharap Bugatti La Boiture Noire yang dikemudikan Mi Le melintas memasuki gerbang. Sikap Mi Le yang seperti ini jelas membuat hati dan pikiran Wilona selalu berperang.

Menghela, rasanya lelah menunggu. Kini badannya membalik melangkahkan kaki menuju kamar. Saat memasuki kamar ternyata Mi Le sudah ada di dalam, sedang melepas dasi rupanya.

Wilona langsung memeluk suaminya dari belakang, "Mi Le katakan jika aku melakukan kesalahan." Wajah Wilona bak menyimpan banyak kesedihan.

Mi Le menarik dalam nafasnya, fokusnya pada dasi teralihkan, membalikan badan tangan nya beralih memegang tangan Wilona yang memeluknya.

"Wilona kau tau aku begitu mencintaimu. Semua berubah setelah aku bersamamu. Tapi ada satu hal yang tidak pernah berubah,"

"Apa itu?"

Kali ini Mi Le harus mengatakannya dan tak bisa mendiami Wilona lebih lama lagi.

"Perasaanmu."

"Aku selalu ingin menjadi yang terbaik untuk mu, aku tau kau belum mencintai ku. Aku hanya menjalankan apa yang ku rasakan. Aku hanya takut kau tidak nyaman bersama ku. Mungkin aku terlalu memaksa."

Selesai bicara Mi Le langsung keluar dari kamar dengan wajah yang kembali datar. Bahkan dia tidak memberikan kesempatan istrinya untuk berbicara.

----------

Kini Wilona mengetahui alasan apa yang membuat suaminya tidak memperhatikannya lagi. Pria bertipikal cuek itu berkali lipat menjadi sangat dingin ketika suasana hatinya berantakan. Wilona tak banyak bicara, dia berusaha memahami. Kendati sebenarnya Wilona sudah lama membuka hati untuk Mi Le. Cintanya.

"Damn!" Sebuah gelas kecil berisikan alkohol dengan kadar sedang dihentakkan ke atas meja. Kedua tangannya mulai memegangi kepala.

"Jika kau tak irit bicara masalah seperti ini harusnya telah selesai sejak lama,"

"Kau hanya memikirkan perasaanmu,"

"Apa kau tak mengerti juga, apa kau tak merasakan bahwa aku juga sangat mencintaimu."

Wilona terus saja bermonolog lalu kembali meneguk alkoholnya hingga tandas.

"Tambah lagi,"

Semenjak itu, Mi Le memiliki kebiasaan buruk. Sebelum tidur ia rutin meminum secawan diva vodka. Saat itu juga, Wilona yang merasa tidak diperhatikan selalu berani keluar malam. Kini bar menjadi tempat pelariannya. Wilona juga sudah berteman baik dengan alkohol.

Kesayangan CEO Tampan (ON-GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang