Chapter 2: Single Parent

3.6K 467 3
                                    

Setahun kembali berlalu. Jeon Jungkook melalui hidupnya dengan baik-baik saja bersama Saerom. Jelas terkadang ada pertengkaran. Entah itu disebabkan karna Jungkook yang lelah pulang kerja dan disambut Saerom dengan kemanjaan luar biasanya, atau karna wanita itu kelewat boros mengeluarkan uang.

Hari ini, Jungkook memakai dasinya sendiri seperti biasa. Karna Saerom sudah berusaha memakaikan dasi untuknya tapi hasilnya selalu buruk--kalau Jungkook boleh jujur. Dan karna tidak mau memperpanjang, Jungkook lebih memilih memakai dasi sendiri.

Soal sarapan, Jungkook juga sudah terbiasa dengan roti dan selai coklat kacang ditemani secangkir kopi manis untuk memulai harinya.

Saerom menyambutnya yang turun dari tangga dengan senyuman. Jungkook berhenti dan wanita itu menyerukan kata selamat pagi dengan riang.

Jungkook tersenyum kecil dan membalas dengan acakan ringan di kepala Saerom sebelum menuruni tangga dan diikuti wanita itu menuju ruang makan.

Suara kaki kursi ketika ditarik, menjadi satu-satunya suara singkat yang membelah keheningan. Saerom segera mengoleskan selai coklat kacang untuk suaminya dan menonton Jungkook makan setelahnya.

"Jungkook-ssi,"

"Hm?" balas Jungkook dari balik sela kunyahannya.

"Itu--" Saerom memainkan jarinya dengan sedikit gugup. "Kudengar dari pembicaraanmu dengan ayah semalam, katanya kau membeli petak tanah usang di Hwangdo?"

"Eoh. Wae geurae?" balas Jungkook lagi.

Saerom tampak antusias dan memperbaiki posisi duduknya didepan Jungkook. "Apa kau akan membangun sesuatu disana? Lebih cocok kalau villa. Disana kan cocok untuk berlibur musim panas,"

Jungkook meletakkan roti bekas gigitannya dan menyeruput kopi dengan singkat. "Aku tidak akan membangun apa-apa disana. Aku membelinya untuk dibiarkan begitu saja,"

"Nde?" kerjab Saerom dengan bingung. Ia tampak gelagapan. "Tapi kenapa? Disana kan luas sekali dan bekas taman bermain. Setahuku komidi putar jelek dan usang itu masih berdiri disana."

Entah dia salah bicara lagi atau apa, tapi sekarang Jungkook bangkit dan merapikan jasnya. Sontak Saerom diam dan ikut berdiri.

"Aku pergi," laki-laki 26 tahun itu langsung memutari meja makan dan pergi. Meninggalkan Saerom yang mendengus tak suka karna Jungkook ketus lagi pagi ini.

...

Rose memasuki rumahnya usai mengangkut semua barang belanjaannya keluar dari mobil yang terparkir di pekarangan rumahnya. Sang asisten yang sering di panggil 'Kim-ahjumoni' dengan tubuh gempal itu menyambutnya dengan bungkukan dan segera mengambil dua kantong plastik putih dari tangan atasannya.

Kini perempuan 26 tahun itu membawa satu kresek berisi box kotak dan mencari seseorang yang bahkan belum bangun saat ini.

Pintu biru itu terbuka, menampilkan ruangan bernuansa biru merah dan putih dengan gambar roket didinding, mainan berserakan dan sosok mungil yang masih bergelung ditempat tidurnya. Wanita itu tersenyum kecil dan melihat seorang bocah dengan geli diatas tempat tidur.

"Eunho-ah?"

Dia masih belum berkutik. Rose sengaja meremas kantong plastik sampai mata indah itu terbuka. Menampilkan mata coklat indah dengan bulu mata yang lentik.
"Apa kau ingkar janji sekarang?"

Bocah itu mengerjab. "Mum sudah pulang?"

Rose tersenyum dan duduk dipinggiran ranjang si anak. Yah, Park Eunho adalah putranya. Anak kandung, tentu saja. Dia membesarkan Eunho tanpa ayah karna well--Rose tak mempermasalahkan itu. Ayah Eunho nyatanya sudah berkeluarga dan bahkan tidak tahu adanya Eunho didunia ini.

Still With You [2020]END✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang