20201115

24 0 0
                                    

[14 November 2020, 21:44.]

Sampai detik ini aku masih tidak percaya bahwa Mamah sudah tidak ada. Kepalaku masih memproses bahwa sebetulnya itu hanyalah mimpi, bukan sesuatu yang nyata. Hampir kukira semua dunia berhenti bergerak karena baru saja kehilangan seorang malaikat. Tapi nyatanya, tidak. Hanya duniaku yang berhenti bergerak.

Mam...
Baru empat hari yang lalu aku merasakan pelukan Mamah.
Baru empat hari yang lalu aku ciumin wajah Mamah.
Baru semalam aku mencium tangan Mamah, mengelusnya, bahkan menempelkannya ke dahiku, seolah-olah mamah sedang menyentuhnya dengan keinginan Mamah.
Baru semalam aku merasakan keringat dan dinginnya tubuh Mamah.
Dan baru semalam kita bertatapan walaupun mata Mamah kosong saat melihatnya.

Mam...
Inikah arti kata 'maaf' Mamah?
Inikah arti Mamah minta difotoin setiap tidur? Untuk menjadi kenangan tidak hanya di pikiranku namun juga di ponsel.
Inikah arti Mamah mau dengerin aku cerita?
Inikah arti Mamah mau dimanja?

Kok aku bodoh, ya Mam?
Nggak peka sama kode-kode tersirat Mamah
Tahu begitu, aku akan menghargai dan menggunakan sisa waktu Mamah sebaik mungkin.
Tidak seperti ini...
Ini begitu menyiksaku. 

Mam, doain ya dari sana.
Anak Mamah yang satu ini bisa megang janjinya buat ngebahagiain dan suksesin adik-adiknya.
Doain semoga aku kuat dengan kejadian begini.
Doain semoga aku tetap tabah dan tegar menghadapi segala macam masalah di masa depan nanti.

Aku sayang Mamah. Banget. Sayangnya gak akan pernah terkira seperti Mamah menyayangi adik-adiknya. Dan kembali, aku menyesal karena tidak pernah menyampaikan ini ke Mamah secara langsung. Hanya berupa perhatian yang bisa kuberikan sebagai tanda rasa sayangku.

Mamah bahagia di sana, ya? Kalau Mamah bahagia, aku juga ikut bahagia.
I love you to the moon and back, Mam.

Pesan untuk MamahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang