Kalau aku boleh bilang, hari ini lumayan capek. Nggak tahu kenapa tapi tiba-tiba ngerasa capek banget. Bahkan abis pulang jaga Mamah, ini tubuh udah nggak bisa diajak kompromi, udah mulai pilek dan meriang selama di perjalanan. Tapi mati-matian aku tahan demi ketemu sahabat-sahabatku.
Iya, Mam. Sahabat-sahabat aku datang lagi ke rumah. Aku minta mereka datang abis dzuhur tapi akunya baru datang nyaris ashar. Merasa nggak enak sih karena ngelanggar janji sendiri, tapi untungnya mereka mengerti, Mam.
Aku main cuman di rumah doang. Nggak kemana-mana. Di dalam kamar, ngobrol sama mereka. Yang beruntungnya, Mam. Mereka tahu aku lagi butuh hiburan dan selama di rumah itu mereka menghibur aku, Mam.
Lagi, aku beruntung punya mereka, Mam. Mereka pengertian banget. Padahal tubuh aku udah meriang karena kecapekan, butuh istirahat, tapi kupaksain demi mereka. Demi bisa ngobrol karena suntuk diam terus, Mam.
Serius deh, lain kali Mamah harus ngobrol lama sama mereka. Seru tahu, Mam.
-
-
-Sekian cerita hari ini! Terima kasih sudah membaca dan maaf jika ada salah kata. See you!✨

KAMU SEDANG MEMBACA
Pesan untuk Mamah
Non-FictionSebuah kata-kata yang berubah menjadi kalimat memenuhi notes Sebuah kata-kata yang ingin disampaikan namun tidak mampu karena gengsi Sebuah kata-kata yang mewakili perasaanku Sebuah kata-kata yang berubah menjadi pesan untuk Mamah Copyright© AMPARPE...