" Jelas-jelas tadi gue denger suara kretek kretek kraug kraug mukbang. Oohh atau tugas lo ngereview channel mukbang? Lo pindah jurusan ke tataboga?"
" Dihh Hyunjen! Nyebelin banget sih lo!"
" Buruan! Ntar Jaemin marah gue ga tanggung jawab loh."
Junkyu merengek.
" Tapi gue takoott!"
" Dih ngelakuinnya ga takut-"
" BAJINGAN HYUNJIN JADI BENER LO CEPUIN MASALAH ITU?!"
Hyunjinnya? Kabur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Junkyu meraba-raba pintu ruang kerja Jaemin kayak orang buta, menempelkan telinganya ke pintu jati itu untuk mendengar apakah kembarannya itu lagi banting-banting barang atau lagi teriak-teriak marah.
Tapi hening, Junkyu tidak mendengar apapun.
Tapi itu tentu saja tidak akan menghilangkan rasa gugup Junkyu. Jaemin itu pendiam seperti Suho, tapi kalau marah, sama parahnya seperti Jisoo. Junkyu nggak berani. Pokoknya Jaemin itu aneh, nakutin. Makanya Junkyu nggak terlalu berani sama Jaemin. Beda ama Hyunjin yang tiap hari ngajak Junkyu gelud mulu.
Yang Junkyu fikirkan itu adalah, Hyunjin yang hidupnya selalu santai aja marah, apalagi Jaemin yang orangnya terkadang terlihat serius cenderung kolot kek bapak-bapak. Contohnya aja rencana pernikahan dia ama Renjun, anak kuliahan mana yang mau-mauan terikat pernikahan di saat umurnya masih 20tahun? Trus dia yang magang jadi pegawai kantoran biasa di perusahaan keluarganya. Mana ada yang mau? Hyunjin ama Junkyu mah ogah. Selagi masih muda mending menikmati masa-masa penuh kebebasan kayak sekarang.