Update lagi, semoga ada yang baca dan suka. makasih...
Balikpapan, 15 Desember 2020
Selasa, 02: 03 Wita.***
Malamnya, Diana da Eja berbaring di depan tv seraya menonton film sedangkan Kinar tiduran di kursi rotan sambil men-scroll layar hpnya membuka lowongan kerja di sebuah Sosial Media tak lama ia mendapatkan sebuah lowongan yang pas untuk Diana.
''Nah, Dapet.'' Kinar bangun ia menjentikan jarinya kemudian mendekati Diana yang menonton tv.''Nih lihat, siapin Cv mu besok dan kirim kesini.'' Kata Kinar sambil memberikan hpnya ke Diana. Diana bangun dan membacanya dengan seksama. Sebuah lowongan yang bergerak di bidang tambang batu bara mencari tambahan Admin untuk di Balikpapan. Nama perusahan itu adalah Khiel Courporate.
''Wah, perusahaan bonafit nih, orang terkaya nomor dua di Kalimantan setelah yang di Banjarmasin itu.'' Kata Diana sambil menggeleng.
''Kayaknya aku gak bakalan bisa lolos deh, liat deh komment dan votenya ribuan.'' Kata Diana.
''You must be try honey, namanya rejeki gak bakalan kemana. Ayo kita buat surat lamaran dan beberapa berkas pendukung.'' Kata Kinar.
''Tapi aku gak ada komputer dan sebagainya.'' Kata Diana.
''Jaman sekarang sudah canggih, ini kan kirimnya pakai Email yak, jadi buat aja di hp. Cari template yang menarik dan isi sesuai datamu dan scan berkasmu lalu jadikan satu dalam bentuk PDF lalu kirim deh ke alamat yang tertera jadi deh.'' Kata Kinar.
''Ternyata pintar juga ya kamu. Uruslah itu.'' Kata Diana.
''Kamulah, berkasmu kan sama kamu.''
Diana menepuk jidatnya dan berdiri untuk mengambil ijazah dll.
''Nah.'' Diana kembali dan membuka berkasnya.
''Oke mati kita buat dan kirim.''
Untuk yang lebih baik dan membuat perubahan pada hidupnya Diana mencoba keluar dari zona nyamannya dan mencari pekerjaan lain untuk kebutuhan Eja yang semakin besar nantinya.
''Ini nih cakep.'' Tunjuk Diana ke layar hp.
''Oke, kita buat.'' Kata Kinar sambil membantu Diana.
***
Diana mengoreksinya kembali setiap data yang diisi dan persyaratannya. Semoga aja ini rejeki untuk Ej,a bekerja di sebuah perusahaan berkelas di Kalimantan.
''Aku kirim ya, semoga aja kamu keterima.'' Kata Kinar.
''Apa gak sebaiknya besok pagi aja ya, kan gak sopan.'' Kata Diana.
''Cih, Kirim aja sekarang mana tau hoki.'' Kinar menekan tanda send dan terkirimlah surat lamaran tersebut. ''Sudah deh.'' Kata Kinar bahagia. Ia menatap Diana dan mengusap lengan sahabatnya.
''Walaupun kamu ini bodo amat sama omongan orang tapi dampak negatifnya banyak, lagian dengan begini kalian bisa ketemu sama Bapaknya Eja. Lumayan kan jadi cinderella.''
''Cinderella mana maksudnya? Aku bukan siapa- siapa. Aku hanya seorang wanita yang mencintai suami orang secara sembunyi- sembunyi.''
''Eh tapi ya, bisa dibilang kamu ini pelakor tapi sopan. Mundur. Paham gak maksudku. Gak kaya diluar sana ketahuan ambil laki orang bangga apalagi rusakin rumah tangga gadunnya, amit- amit. Di buat video viral lagi mending cantik alami ini pake merkuri dan biang kimia, kalo mati jadi formalin kali tu ye.'' Emosi Kinar.
''Haha, kamu bisa aja. Cewek cantik karena di biayain lah.''
''Biayain sama gadun satu, gadun dua dan seterusnya.'' Timpal Kinar.
''menurutmu mereka putih cantik, bersih karena apa?'' tanya Diana
''Di dempul biar buteknya ketutupan.'' Jawab Kinar jengkel ketika berfikir pelakor diluar sana.
''Ya Allah mulutnya nih anak, udah yuk tidur. Eja udah mendengkur dari tadi ckck'' Diana mencoba memindahkan Eja ke kamar.
''Kuat ya angkat Eja sendiri kamu Dey xixi.''
''Anakku Nar, Cuma satu- satunya. Kuatlah angkat dia walaupun banyak yang bilang badan dia gede.''
''Enggaklah, dia badannya bagus. Aku bantu.''
***
Diana tidur menyamping karena Eja memeluk pinggangnya. Kalau hujan seperti ini Diana tidak bisa membiarkan Eja bobo sendiri dikamar karena ia takut nanti Eja nangis. Diana memainkan rambut anaknya pelan mengusap wajahnya penuh kasih sayang.
''Gimana sih rasanya punya anak Dey, apalagi mendidiknya seorang diri.'' Kinar meyangga kepalanya dengan tangan dan melihat Diana. Kinar menepuk pelan pantat Eja yang membelakanginya.
''Bahagia, seraya ada teman hidup dan lebih dewasa aja. Walaupun cara meghadirkannya salah hehe.''
''Please deh Dey, jangan selalu menyalahkan dirimu. Semua sudah berlalu. Lupain masa lalu dan mulai dengan yang baru. Lima tahun sudah berlalu sayang.'' Kata Kinar. Diana menghapus air matanya yang berada di pelupuk mata bibirnya tersenyum seolah baik- baik saja.
''Aku yatim piatu, gak ada keluarga. Aku hidup sebatang kara dan yang kupunya cuma Eja. Aku menikah dengan Bapaknya Eja bukan karena harta tapi mencari tempat perlindungan dan kasih sayang. Tapi dengan teganya dia buang aku dan Eja. Terutama anak ini, dia tidak menginginkannya Kin. Dia menikahiku untuk kepuasan nafsu bukan cinta kalau cinta mana mungkin aku hidup seperi ini.'' Diana mengeluarkan keluh kesahnya yang di pendam selama lima tahun.
''Terus? Aldi.''
''Jujur, sejak kepindahanku ke sini Aku bertemu Aldi dan dia baik banget mau bantu aku cari rumah dan membiayai aku ketika itu. Aku gak bilang cinta tapi sayang dan aku sangat nyaman hanya saja Shilla mengambilnya dan Aldi mau. Shilla memberikan perawannya untuk Aldi agar lelaki itu tidak bisa lepas. Gimana aku mau buka hati untuknya kalau dia sudah menjadi milik orang lain.'' Jujur Diana.
''Jadi kamu mulai mencintai Aldi tapi hal itu kamu hempaskan ketika Aldi bersama Shilla?'' tanya Kinar dan Diana mengangguk.
''Aldi cerita sendiri ke aku. Sudahlah gak usah dibahas... kamu benar, mungkin aku harus pergi dari sini untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Sudah cukup lima tahun aku disini dan di cemooh tetangga sekitar.'' Kata Diana.
''Hm, Aku gak tau mau ngomong apa karena pikiranku blank sama Aldi dan Shilla.''
''Semoga lamaran itu berhasil masuk ya. Biar aku dan Eja bisa pindah. Tapi kamu gimana?
''Aku bakalan pindah dari sini lah. Mungkin ke tanah grogot atau Selok Api. Makanya aku mau kamu pindah juga.''
''Iya, besok masuk kerja yuk. Aku bawa Eja sambil kerja.''
''Bisa aja, kalau Shilla mengonggong kuikat mulutnya pake besi guguk itu.'' Jawab Kinar kesal. ''Emosi aku karena tadi pagi, amkanya kau bolos kerja dan keisni.''
''Xixixi, yaudah tidur. Besok kerja.''
''Kalau Eja ikut kita harus nyiapin bajunya dong.''
''Gampang, besok subuh aku bisa bangun dan menyiapakannya. Sekarang tidur, udah jam setengah dua belas malem.
''Iyadeh.'' Kinar menguap kantuk dan memejamkan matanya.
***
Diana memadamkan lampu hingga menyisakan lampu tidur dan mendekap anaknya yang sangat nyaman di dalam dekapannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Diana: The Ex-wife mitress
RomanceSetelah menjadi istri simpanan selama dua tahun akhirnya ia dilepaskan begitu saja. bukan tanpa alasan, melainkan ia hamil diluar kontrak. Diana hamil dan hal itu adalah takdirnya. Diana diberikan dua pilihan, gugurkan kandungan dan tetap menjadi i...