Bagian 2

26.4K 1.5K 88
                                    

Sebelum berangkat kerja, Diana menyiram tanamannya dahulu, mengurus Reza sarapan dan membuatkannya makan siang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebelum berangkat kerja, Diana menyiram tanamannya dahulu, mengurus Reza sarapan dan membuatkannya makan siang. Diana memeriksa setiap tanamannya mencabuti rumput liar dan memotong daun yang sudah kering.

Diana tersenyum bahagia melihat tanamannya subur. Bisa di cerminkan bahwa hatinya sedang tenang dan tak ada guncangan apapun.

"Sayur, sayur." Pekik Bule sayur yang lewat. Diana berbalik memanggil tukang sayur langganan dan melihat isi dagangannya.

"Genjer berapa?" Tanya Diana sambil mengambil seikat sayur dan melihatnya. Sayurnya masih segar karena baru diambil dari kebun.

"Dua ribu seikat, mau kah?" Jawab tukang sayur sambil mengambil plastik kalo disini namanya kresek. Diana mengangguk sambil mengambil satu tempe dan lombok kriting.

"Ada ikan kah?" Tanya Diana.

"Ada, ikan belanak sama biji nangka." Kata tukang sayur lagi sambil membuka penutup serofoam.

"Gak ada yang lain?" Tanya Diana.

"Ada, Ikan kele sama patin." Jawabnya. Diana menggeleng

"Eja gak suka ikan sungai Bu, biji nangka aja setengah kilo." Kata Diana. Diana melihat- lihat isi sayur setelah cukup ia masuk ke rumah sejenak untuk mengambil uang.

Diana mengambil dompet di tas lalu keluar untuk membayar.

"Berapa semua?" Tanya Diana. Bule menghitung belanjaan milik Diana.

"Genjer dua ribu, tempe tiga ribu, cabe lima ribu sama ikan lima belas jadi totalnya dua lima." Kata Tukang sayur. Diana mengeluarkan uang lima puluh lalu di berikannya.

"Telur tebu ini ya?" Tanya Diana yang baru saja melihatnya. "Berapaan?" Tanya Diana lagi.

"Se plastik lima ribu." Jawab Bule sambil merogoh kantong tas di dadanya.

"Beli lima deh, jadi pas ya." Kata Diana dan bule mengangguk

"Emang bisa makan ini ya? Jarang yang bisa masak dan memakannya. Tebu telur jarang ada kalaupun ada lama." Ujar bule. Diana tersenyum dan mengangguk.

"Almarhum Abbah sama Ammah suka makan ini dan sering kali memasaknya. Disantan, di saos, di goreng. Nyaman banar." Kata Diana.

"Hm mantap itu, mau mandai kah? Tawar bule sambil mengeluarkan satu toples mandai yang sudah di rendam air garam.

"Maulah, berapa?" Tanya Diana lagi.

"Kada usah, gratis. Nih sambal petisnya
Cobain deh. Enak banget." Kata Bule lagi. Diana mengangguk dan tersenyum.

"Makasih Bule." Kata Diana sambil membawa belanjaan ke dalam rumah.

🌿🌿🌿

Diana berada di dapur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Diana berada di dapur. Ia mengikat rambutnya, memakai apron lalu mulai menyiangi bahan- bahan untuk masak. Sesempat mungkin ia masak untuk dirumah sebelum berangkat kerja untuk menjaga toko.

"Hoam" nguapan itu terdengar dari ambang pintu dapur terlihat Aldi baru saja bangun ia merenggangkan badannya dan mendekati Diana.

"Morning." Kata Aldi.

"Mandi sana jorok." Omel Diana sambil fokus membersihi bawang dan bumbu lainnya.

"Iya nyonya. Mana handukku?" Kata Aldi.

"Pake aja punya Eja." Kata Diana.

"Oh oke." Jawab Aldi sambil beranjak pergi dari dapur. Diana dengan cekatan  mulai masak.

Sayur genjer pake tempe, bumbunya simpel hanya bawang merah, bawang putih, lombok keriting dan sedikit terasi. Dijamin masakan ini paling nikmat. Menu kedua ada tebu telur di saosin pedes manis, dan Ikan yang ia beli di goreng begitu saja dan dibuatlan sambal oh ya tak lupa juga mandai yang di goreng.

Diana yang membayangkan saja langsung lapar

🌿🌿🌿

Setelah masak Diana menatanya di atas meja dan ada juga ia membawa bekal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah masak Diana menatanya di atas meja dan ada juga ia membawa bekal. Terakhir ia menutupnya dengan tudung saji.

"Umi." Panggil Reza ia mengucek matanya yang masih ngantuk.

"Ayo kita mandi, habis ini Umi mau berangkat  kerja, nanti ada julak datang." Kata Diana. Diana menggendong Reza menuju kamar mandi bersama.

Mandi berdua sudah hal biasa bagi ibu dan anak ini.

***

Yang paling sedih adalah ketika Reza ditinggal Diana bekerja.

"Umi, Eja ikut ya. Eja gak nakal kok." Pintanya memelas saat di beri bedak. Diana menghela nafasnya dan tersenyum.

"Umi kerja sayang, bukan main keluar. Nanti aja ya." Kata Diana memberi pengertian.

"Baiklah Mami.

***

Diana sudah berangkat kerja. Julak Aluh juga sudah datang. Sedangkan Aldi mengantar Diana 

Reza diam- diam pergi untuk bermain ia teringat dengan ajakan temennya untuk mencari buah di hutan. Jika julak tau ia pergi maka ia akan dikurung dirumah seharian. Dan hal itu yang membuatnya malas.

"Eja, ayo." Kata Doni yang ketemu di jalan. "Sama bapakku lagi, dia handak mencari durian untuk jualan di pinggir jalan" kata Doni lagi

"Ayo deh." Kata Eja senang.

"Umimu sudah berangkat kerja?" Tanya Doni.

"Sudah, ajakin teman" yang lain juga." Kata Eja.

"Sudah mereka sudah ngumpul di pinggir hutan. Eh Eja, Amang itu papah kamu kah? Kok tadi kulihat di motor pelukan." Tanya Doni.

"Gak tau, kalo jadi papah Eja ya gakpapa. Eja seneng punya papah kaya amang." Jawab Reza polos.

"Emang kamu mau punya papah tiri. Papah tiri itu jahat tau apalagi kalau sudah ada anak baru" kata Doni. Eja terdiam dan berfikir. Apa iya amang sejahat itu sama dirinya?

"Enggak ah, udah gak usah di pikirin mending main cari buah yuk." Kata Reza seraya tersenyum.

Diana: The Ex-wife mitressTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang