Happy reading!
"Cinta membuat seseorang rela melakukan segala cara, sekali pun itu salah."
°°°°
Cowok dengan kaos hitam dan celana jeans itu turun dari mobilnya. Penampilan yang sangat menawan dan tentunya membuat kaum hawa terpana melihatnya. Brian—kakak kandang Haura-lah orangnya.
Brian masuk ke halaman rumah yang ia kunjungi. Menekan bel rumah tersebut dan menunggu sang tuan rumah membuka pintu.
Beberapa menit kemudian pintu terbuka menampilkan sosok seorang cowok.
"Eh Bang, ada apa ya?" tanya cowok tersebut yang tak lain adalah Dehan. Iya Dehan, bodyguard Haura.
"Ada yang mau Abang omongin."
"Oh silahkan masuk, Bang."
"Di sini aja," ucap Brian lalu duduk di kursi yang berada di teras.
Dehan pun ikut duduk di sebelah Brian. Bertanya-tanya mengapa Brian datang menemuinya, karena hal ini sangat jarang sekali.
"Ada apa ya, Bang?" Dehan bertanya setelah mereka berdua lama terdiam.
Brian berdeham lalu membenarkan posisi duduknya. "Ini tentang masalah kamu dengan Haura."
Jleb!
Dehan terkejut, tidak biasanya Brian membahas masalahnya dengan Haura. Memang sih, sekarang kondisi Dehan dan Haura sedang tidak bersahabat."Maksud Abang?" tanya Dehan lebih jelas.
"Abang lihat semuanya. Itu semua nggak seperti yang kamu pikirkan."
Lagi-lagi ucapan Brian membuat Dehan kebingungan.
"Kemaren waktu kalian ke kedai es krim dan di sana juga ada teman kamu, siapa namanya itu?""Lisa?" Dehan membenarkan.
"Ah ya, Lisa. Abang ada di sana saat Lisa menarik Haura masuk ke kedai. Trus Haura ngelepasin tangannya dari genggaman Lisa. Saat itu Lisa sendiri yang menjatuhkan tubuhnya ke jalan hingga keserempet motor. Bukan Haura yang dorong," jelas Brian panjang lebar.
Dehan terdiam, berusaha untuk mencerna penjelasan dari Brian.
Apakah itu benar? Atau karna Brian ingin mendukung adiknya?"Tapi Bang, jelas-jelas di sana Haura yang dorong."
Brian mengusap wajahnya. "Kamu ada di sana tapi kamu tidak memperhatikannya, Dehan! Abang juga di sana, tidak jauh dari kalian, tapi Abang lihat semuanya."
Dehan Tertawa hambar. "Abang kalau mau bela Haura bilang aja, Bang."
"Bukan ngebela Haura. Tapi Abang berusaha agar hubungan kalian berdua nggak renggang kayak gini!"
"Lisa itu nggak seperti yang kamu nilai. Kamu harus tahu gimana sikap aslinya, Han."
"Bang!"
"Han! Dengerin! Kalau kamu tetap nggak percaya. Sekarang juga kita ke kedai es krim dan lihat cctv di sana. Setelah itu kamu bebas mau percaya atau enggak," ucap Brian akhirnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
HAURA (COMPLETED)
Fiksi Remaja"Gue nggak butuh lo! Gue hanya butuh ketenangan!" "Lo nggak bisa ngusir gue gitu aja. Gimana kalau ketenangan yang lo cari itu ada saat bersama gue?" ~~~ Bagaimana jadinya jika seorang gadis remaja yang selalu dihujani masalah-masalah malah bertingk...