HQ!!(LevTsuki part 2/2)

278 32 4
                                        

Lev adalah penerus sah dari salah satu organisasi mafia terbesar di Rusia. Namun Lev tidak melihat hal itu menyenangkan, jadi ia menolak keras penawaran tersebut. Apa menyenangkannya membunuh dan menganiaya orang setiap hari? Gini gini Lev masih punya hati, gak kayak orang tuanya atau kakaknya, Alisa.

Semua hidup Lev itu terasa monoton setiap harinya, tapi semuanya berubah saat ketemu Tsukki. Tsukki?Tsukishima?Kei? Lev aja bingung mau manggil yang mana. Cafe tempat Tsukki bekerja adalah milik Lev, jadi meskipun Lev jarang kesana, dia tau apa aja yang terjadi di cafenya.

Pertama kali Lev ketemu Tsukki, dia gak ada rasa suka sama sekali. Beneran. Apalagi waktu Tsukki ngasih dia kue stroberi, Lev makin gak suka, tapi kue yang itu abis aja ama dia. Aneh ya.

Si pemuda dengan surai abu-abu itu akhirnya sadar ia jatuh cinta saat si pirang dengan kacamata tebal itu menolongnya tanpa rasa curiga sedikitpun. Fyi, tiga orang yang memukuli Lev adalah orang suruhan orang tuanya.

Sejak saat itu, Lev berteman dengan Tsukki dan pertemanan mereka lancar tanpa gangguan selama berbulan-bulan. Lev tidak ingin ada orang di keluarganya menemukan Tsukki, akan gawat jadinya. Sedangkan Lev sendiri takut untuk mengaku ke pemuda pirang itu tentang siapa dirinya sebenarnya. Sebenarnya mafia tidak apa-apa memiliki teman, toh kakaknya juga punya teman orang biasa seperti Tsukki. Sayangnya Tsukki berbeda. Karena dia, Lev semakin yakin untuk menolak dan meninggalkan dunia gelap yang sudah menjadi santapan hariannya.

Lev tau bila orang tuanya sudah mulai bergerak dan mencari keberadaan pemuda pirang itu. Alamatnya, keluarganya, keadaan finansialnya, hingga seluk beluk Tsukki yang bahkan tidak Lev ketahui. Lev tau mereka sudah bergerak, tapi Lev tidak menyangka akan secepat ini.

Saat itu, Lev yang habis menangis kembali ke tempatnya. Ia tidak ingin menyebut itu rumah. Lebih cocok bila ia menyebut Tsukki adalah rumahnya. Pertemuan 'keluarga' pun dimulai. Lev menggertak keras dan menolak semua penawaran orang tuanya. Toh yang kakak kan Alisa, kenapa harus Lev?Apa karena Lev laki-laki?Alisa lebih pandai dan handal dibandingkan dirinya, maka kenapa tidak Alisa saja?

Menyebalkan. Ia hanya ingin bersama Tsukki. Ia hanya ingin bersama mahasiswa miskin itu. Semua hal monoton yang selalu Lev lakukan menjadi menyenangkan bila melakukannya bersama Tsukki. Hingga telinganya menangkap kata-kata sakral dari mulut ayahnya.

"Kau semakin keras kepala karena anak itu kan?Bila dia tidak ada, pasti kau tidak akan jadi seperti ini."

Lev langsung menyambar ponselnya dan menghubungi Tsukki. Rasa panik dan khawatir tergambar jelas di wajah dinginnya itu. Dan firasatnya benar. Ayahnya mengirim seseorang untuk menghabisi Tsukki-nya. Kei-nya. Persetan dengan rapat 'keluarga' yang masih berlangsung saat ia mendengar suara debam keras dari seberang telepon.

Ia berteriak dan memaki anak buahnya untuk segera menyiapkan mobil. Tau apa yang terjadi?Tidak ada yang bergeming. Orang tuanya memang menyusahkan, bahkan anak buah Lev pun dihasutnya. Lev kalut. Bila ia terlalu lama, bisa saja Kei-nya mati dan Lev akan hancur bila itu benar terjadi.

Hingga suara deciran mobil memekakkan telinganya. "CEPET NAIK!" seru orang yang didalam mobil. Tanpa pikir panjang Lev langsung melesat ke dalam mobil. Mobil berwarna hitam itu langsung tancap gas saat mereka dikejar dan ditembaki. Akhirnya mereka lolos dan menjauh dari tempat itu.

Lev menoleh ke belakang untuk melihat siapa saja yang ikut dengannya. Ada Kuroo dan Yaku yang sedang menyetir. "Yaku-"

"Berhenti bicara dan cepat katakan padaku dimana alamatnya." potong Yaku segera.

Mereka pun sampai di tempat tujuan. Sepi. Terlalu sepi. Mobil belum berhenti dengan benar, namun Lev sudah melompat keluar dan langsung masuk ke ruangan milik Tsukki.

Oneshots Anime dan LainnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang