HQ!!(AtsuOsaTsuki)

433 38 12
                                        

Saat itu, entah bagaimana caranya, volly putra Karasuno dan Inarizaki mengadakan camping bersama. Campingnya bukan di gunung atau di hutan, cuma di sekolah, tapi ternyata seru juga. Apalagi lapangan sekolah Inarizaki luas, jadi semua orang muat.

"Nee, kalian tau gak legenda rumah yang ada di hutan itu?" Hinata membuka topik.

"Oh, hutan yang ngarah ke gunung itu?" timpal Noya.

"Ahhh hutan yang itu. Kabarnya emang ada rumah yang terbakar disitu karena suatu  kejadian. Mau diceritain?" tanya Kita. Seketika langsung pada pasang telinga baik-baik. Pada penasaran sama ceritanya Kita. Bahkan guru dan pelatih yang ikut pun juga penasaran dan mendekat ke anak-anak muridnya.

Kita berdeham. "Ini cerita turun temurun dari keluarga, mungkin ini bakal beda dari cerita aslinya. Jadi dulu itu...."

🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓

Ada dua ekor rubah kembar yang sedang berjalan-jalan. Mereka bukan benar-benar rubah, mereka adalah manusia setengah rubah. Yang satu memiliki rambut abu-abu gelap dan yang satunya lagi bersurai coklat terang.

Pada zaman itu, manusia setengah dianggap aib dan banyak dari mereka tidak diinginkan dan diasingkan dari masyarakat. Jadi para jelmaan rubah memiliki lingkungan mereka sendiri dan si kembar inilah anak dari 'pemimpin' para jelmaan rubah. Mulanya, mereka berdua sedang bertengkar kecil, dan pertengkaran itu terhenti karena sebuah isakan dari jarak beberapa meter.

Mereka berpandangan dan mencari sumber suara itu. Ada anak rubah yang sedang meringkuk. Melindungi tubuhnya yang dilempari batu oleh anak-anak seusianya.

Rubah kembar itu, Atsu dan Samu langsung menghampiri rubah malang itu. Samu menjahili anak-anak itu dengan melemparkan bola-bola salju ke mereka. Sontak anak-anak jahil itu langsung berlari menjauh sambil menangis.

"Nee, nama kamu siapa?" tanya Atsu. Rubah kecil itu menoleh dan menjawab dengan pelan, "Kei....."

"Dimana orang tua mu?" tanya Samu. "Tidak tau. Saat bangun, aku sudah disini sampai anak-anak yang tadi menemukan aku disini." jawab Kei.

Samu mengernyit. Ia paling benci kepada orang tua yang membuang anak-anaknya hanya karena dia adalah jelmaan rubah. Padahal 'mereka' itu spesial, contohnya seperti Samu dan Atsu yang memiliki kekuatan tersendiri.

Sayang sekali manusia itu penuh dengan dengki dan tamak. Selalu ingin yang lebih, tetapi tidak ingin menempuh jalan yang sulit. Hanya ingin berleha-leha dan berpangku tangan kepada orang lain.

Apa salahnya sih punya anak jelmaan rubah? Toh jelmaan rubah gak ada yang produk gagal. Sekali brojol tjakep semua, bening pula.

Atsu yang tau kemarahan saudaranya itu pun menepuk bahu Samu untuk menenangkannya sedikit. "Samu, kau menakutinya." ucap Atsu. Samu menoleh ke Kei yang sedang gemetar dan digendongnya rubah kecil itu.

"Nee, Atsu. Apa kita bawa saja dia?" tanya Samu. Atsu menoleh ke Kei dan Samu secara bergantian. "Yasudah, kita bawa saja. Lagipula dia dibuang. Tidak akan ada yang mencari dia." jawab Atsu setuju.

Samu memukul kepala Samu dengan kencang, "Jangan frontal seperti itu, Atsu. Dia hanya anak-anak," omelnya. Atsu gantian menggendong Kei, dan agak kaget saat Kei beratnya agak ringan dari anak seusianya. "Wajah kamu lucu. Cantik juga padahal kamu ini cowok. Iya, kan, Samu?" tanya atsu menunggu jawaban kembarannya. 

"Atsu, dia masih kecil. Kamu jangan pedo deh." omel Samu. Padahal sebenarnya Samu menyetujui ucapan Atsu. Kei pun dibawa ke tempat mereka dan diurus oleh Shin, pelayan kepercayaan Atsu dan Samu(awokwok Kita jadi babu).

Setelah Kei diintrogasi, ternyata Kei berusia 7 tahun. Berbeda 4 tahun dari Atsu dan Samu. Dan mulai dari pertemuan itulah, Kei dan si kembar itu menjadi dekat. Bahkan lebih dari dekat.

Oneshots Anime dan LainnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang