Lev tidak bisa tidur. Sedari punggungnya menyentuh kasur, matanya tidak mau terpejam, tadinya ia mau main ponsel tapi nanti si suami(?) tercinta akan memarahinya karena bermain ponsel dalam gelap.
"Kei, masih bangun gak?"
Si pirang menggeliat tak nyaman.
"Keiiii..."
"Apa sih?" jawab Kei dengan suara serak.
"Aku gak bisa tidur. Aku boleh main hp gak?"
Kei memukul wajah tampan Lev dengan bantal, "Kamu mau pake kacamata kayak aku? Gak enak tau. Udah diem deh, aku ngantuk."
Tak peduli pada perkataan Kei, Lev tetap saja berbicara. Kei memang mendengarkan, tapi lama-kelamaan ia kesal juga. Karena semua yang diracaukan oleh Lev benar-benar tidak penting. Ia bercerita jika tadi pagi ia hampir saja menggosok gigi dengan sabun mandi atau kejadian horror yang ia alami di tempat pemotretan.
"Lev, berisik!" Kei memeluk kepala Lev dan mendekapnya dengan harapan Lev akan mulai mengantuk dan tertidur.
"Tapi aku gak bisa tidurrrr"
Demi Tuhan, Kei ingin sekali memukul wajah Lev hingga babak belur.
Beberapa menit kemudian, Lev diam. Kei kira, si surai perak sudah tertidur, padahal Lev hanya sedang merenungkan sesuatu.
"Nee, Kei...."
"Apa lagi?"
Lev tampak berpikir keras, "Aku punya pertanyaan deh. Kalo misalnya ada orang mau bundir di rel kereta, trus karena aku pengen selametin orangnya, jadi aku tabrak dia pake mobil biar dia keluar dari rel. Itu benar atau salah?"
Pertanyaan macam apa itu....
"Ya jelas salah dong."
"Tapi niat aku kan baik! Aku pengen biar orang itu gak jadi bundir!"
Kei menghadeh, "Lev, itu bodoh tau gak? Masa nabrak orang pake mobil? Itu jadinya mati karena kecelakaan, bukan bunuh diri. Kamu bisa keluar dari mobil trus lari ke orang itu kan?"
"Ya gak sempet dong. Aku kan gak secepet kereta,"
Iya juga sih.
Kenapa aku juga ikut mikir?
Lev berbicara lagi, "Kenapa keju biru gak bener-bener biru?"
"Racun kalo kadaluwarsa, racunnya makin kuat atau ilang?"
"Wkwk itu dibaca wekwekwek, wokwokwok, atau wekawekaweka?"
"Kamu tau gak kalo kamu gak bisa napas sambil makan? Ati-ati keselek,"
"Ubur-ubur yang udah mati masih bisa nyengat loh."
Kei membekap kepala Lev dengan sarung bantal. "Lev, diem atau kamu keluar sekarang!"
"Sekarang?" Lev membeo.
Karena tak kunjung beranjak, Kei mendepak sendiri Lev dari kamar dan kembali bergelung dalam selimutnya. "Lev bego. Malem-malem bikin orang kepikiran aja."
Aku udah lama gak up ternyata. Semoga suka~
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshots Anime dan Lainnya
Fanfictionisinya ya....Oneshots. Emangnya apalagi:) Lebih sering ngetik angst dan fluff karena aku suka banget angst dan aku gak bisa bikin smut apalagi lemon:v BxB ada GxG otw BxG ada Xreader juga ada uhuyyyy
