Setelah kemenangan Karasuno, Tsukki masih ngerasa kesel sama salah satu pemain Inarizaki. Siapa lagi kalo bukan Suna si rubah yang matanya super sipit itu. Kalo menurut Tsukki, Suna itu kayak Kuroo tapi versi lebih nyebelinnya. Tapi yaudahlah ya, pertandingan udah kelar. Seenggaknya Tsukki bersyukur dia gak bakal ketemu lagi sama Suna.
Namun dewi fortuna sedang tidak memihak Tsukki kali ini. Si rambut pirang itu menemukan ponsel berwarna hitam yang entah milik siapa itu, terabaikan di tanah. Untuk gak terlindas. Karena tidak tau harus melapor kepada siapa, maka Tsukki akan menyimpannya dulu. Kali aja ada yang telpon.
Setelah pulang ke penginapan, makan, dan lainnya, Tsukki yang udah selesai mandi nungguin yang Yamaguchi dan yang lainnya di kamar. Dia nungguin ada yang nelpon ke ponsel yang dia temuin di jalan.
Kriiinggg kringggg
Kan bener. Ada yang nelpon, tapi nomornya tidak diketahui.
"Moshi-moshi?"
"Ah, diangkat nih. Mmm....Ini yang nemuin hp temen saya ya?"
"Iya."
"Nggg......"
"Langsung ke intinya aja. Saya ngantuk."
"Oh oke oke. Maap. Jadi gini, temen saya ngamuk karena hp nya ilang, bisa kita ketemuan besok?"
"Are?Dia ngamuk padahal dia yang ngilangin?"
"Iya– Eh bentar. Gw kenal cara ngomong ini. Lo Karasuno nomor 11 ya?"
"Hm."
Terdengar suara gemerisik di seberang telepon.
"BALIKIN HAPE GW!"
"Apa sih anjir dateng-dateng ngegas. Bersyukur dikit kalo gw simpen, tadinya mau gw injek."
"HEH APA-APAAN!"
"Diem lu. Besok gw aja yang ke tempat lu. Penginapan Inarizaki gak terlalu jauh dari tempat gw."
"SEKARANG AJA AH!"
"Jangan ngadi-ngadi lu ye. Gw ngantuk, mau tidur. Bye."
Tuuuttt tuuutttt.....
Panggilan langsung diputuskan oleh Tsukki. Capek tau gak sih ngadepin Suna.
"Tsukki, itu punya siapa?" tanya Yamaguchi sambil masuk ke ruangan.
"Punya anak Inarizaki, besok gw izin sama Takeda-sensei pengen balikin." jawab Tsukki.
Drap drap drap!
Tsukki menghitung mundur, "3, 2, 1...."
Brak!
"GW DULUAN!"
"GW DULUAN!"
"KAGEYAMA! HINATA! JANGAN BERISIK!" teriak Daichi.
Tsukki dan Yamaguchi menertawakan dua gagak hiperaktif itu.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Tsukki menghembuskan nafas gusar. Dia agak nyesel nyamperin Suna karena diperjalanan, tiba-tiba hujan sedangkan Tsukki gak bawa payung. Tempat anak Inarizaki emang gak terlalu jauh, tapi bukan berarti Tsukki bisa lari kalo pengen pulang. Pakaian Tsukki basah kuyup dan untungnya aja Tsukki udah sampe di tempat tujuan. "Achoo!" Tsukki bersin. Tsukki gampang sakit, dia juga gampang kedinginan. Padahal ramalan cuaca mengatakan bahwa hari akan cerah, Tsukki belajar untuk tidak lagi mempercayai ramalan cuaca.
"Cari siapa ya?"
Sebuah suara mengejutkan Tsukki. Tsukki mencoba mengingat-ingat nama orang yang sekarang sedang berdiri di hadapannya itu. "Eumm....Cari Suna-san." jawab Tsukki pendek. Tsukki memainkan jari-jarinya, merasa tidak nyaman dan awkward.
"Oh si Suna. Dia ada di dalem, lagi pada latihan. Ikut dulu yuk. Baju kamu basah begini pasti dingin." ajak Kita.
Tsukki pengen nolak. Sumpah. Awkward banget. Apalagi sekarang Tsukki lagi di gym, semua mata tertuju ke dia. Batin Tsukki berteriak 'pengen pulang!' dan sebagainya. "Duduk sini." perintah Kita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshots Anime dan Lainnya
Fanfictionisinya ya....Oneshots. Emangnya apalagi:) Lebih sering ngetik angst dan fluff karena aku suka banget angst dan aku gak bisa bikin smut apalagi lemon:v BxB ada GxG otw BxG ada Xreader juga ada uhuyyyy
