isinya ya....Oneshots. Emangnya apalagi:)
Lebih sering ngetik angst dan fluff karena aku suka banget angst dan aku gak bisa bikin smut apalagi lemon:v
BxB ada
GxG otw
BxG ada
Xreader juga ada uhuyyyy
Singkatnya, mereka bertujuh udah pada kuliah dan beberapa di antara mereka udah ada yang kerja. Misalnya Kuroko, dia kerja di tempat penitipan anak yang gak jauh dari rumahnya.
Atau mungkin Kise yang fokus di dunia model. Kagami dan Aomine menjadi rival di lapangan basket di Amerika. Semua sudah sukses, dan setelah bertahun-tahun, akhirnya mereka berkumpul lagi.
Merayakan grand opening cafe Murasakibara di Akita. Agak susah merencanakannya. Apalagi Midorima dan Akashi yang super sibuk dan hampir tidak pernah pergi kemana-mana, tapi akhirnya mereka semua berkumpul lagi.
Nostalgia.
Setelah grand opening yang formal, Murasakibara menutup pintu cafe dan jendela lalu mengeluarkan beberapa botol minuman. Acara grand opening berubah menjadi reuni kecil-kecilan. Murasakibara sengaja menyiapkannya khusus untuk teman-temannya. Toh sebenarnya, mereka saling rindu satu sama lain.
Tanpa sadar, mereka minum-minum sampai dini hari. Waktu terlalu cepat berlalu. Ternyata mereka semua masihlah orang yang sama saat SMA.
Akashi masih sering memainkan guntingnya, Midorima masih menonton Oha Asa setiap hari, Kuroko dengan vanilla milkshakenya, Kagami dan Aomine semakin sering bertengkar, Murasakibara yang makannya selalu banyak, dan Kise yang masih saja mengikuti orang seperti anjing.
"Murasakibara-kun, aku dan Kagami-kun duluan ya. Terima kasih untuk hari ini." ucap Kuroko sambil tersenyum. Ia jelas-jelas menikmati waktunya.
"AKU PASTI JADI YANG TERHEBAT!" seru Kagami agak terhuyung-huyung.
"Kagami-kun, kamu mabuk. Ke tempatku dulu ya." "HA?! KEMANA?!"
Kuroko dan Kagami semakin menjauh hingga akhirnya mereka tidak terlihat lagi. Midorima juga izin pulang karena ditelpon oleh ibunga. Murasakibara juga sibuk membereskan cafe nya yang agak berantakan.
Aomine, Akashi, dan Kise berdiri di depan cafe sambil berusaha menenangkan Akashi yang mabuk berat. Keliatannya aja tenang, padahal dia gak bakal bisa jalan kalo gak di bantuin sama Aomine dan Kise.
Saat Akashi berjalan, dia tanpa sengaja menabrak sonofa bergambar maskot cafe Murasakibara. Akashi menatap sesuatu yang 'menabrak' dirinya.
"Mentang-mentang lo tinggi, lo bisa nabrak gw gitu?!" omel Akashi. Si emperor itu menunggu permohonan maaf dari sonofa itu. Kise udah nyiapin kamera ponselnya buat nge-blackmail Akashi.
Akashi mendongak, "Tatapan lo terlalu tinggi."
"Eh anjing itu bukan orang weh." Aomine berusaha menarik Akashi menjauh, tapo tangannya ditepis kasar oleh si rambut merah.
Teplak!
"Tau diri lo." Akashi meninju sonofa itu, tapi berdiri lagi karena anginnya belum dimatikan oleh Murasakibara.
"Oh....Lo tangguh juga ya.....Makan ini!" Akashi menerjangnya.
Aomine udah capek aja. Meskipun udah dini hari, masih ada banyak orang di jalan jadi mereka memperhatikan Akashi yang tingkahnya kayak orang gila.
"Balik sini! Lo jangan malu-maluin!" teriak Aomine. Dia coba narik Akashi menjauh dari sonofa yang udah bolong karena dipukulin Akashi.
Besoknya, Kise ngirim video yang dia rekam kemarin ke grup WA. Tiba-tiba aja, pintu ruangan Kise diketuk dari luar. Si rambut kuning pun membuka pintunya dengan segera dan disambut oleh Akashi.
"Ryouta, ayo kita bicara sebentar." ajak Akashi sambil tersenyum lebar.
Kise merinding. "A-Akashi-"
"Ayo, Ryouta."
Semoga selamat ya Kise.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kebaca gak sih:" Disitu ada Momoi, tapi karena aku ngetiknya gak liat gambar, jadi Momoi aku ilangin:"