HQ!!(KuroTsuki+Akiteru)

408 43 14
                                        

Kriiingggg kriiiiingggg

Nada dering ponselnya membuat Kei menghentikan kegiatan 'menyusun-puzzle-dinosaurus' nya terhenti sejenak. Kei tau nada dering itu, nada deringnya Kuroo. Kei sengaja mengubah nada deringnya khusus untuk Kuroo, mulai dari telepon sampai chat.
Katanya sih untuk mengantisipasi kalau mungkin sekali-kali Kuroo akan mengganggunya dengan spam, padahal mah emang Kuroo di spesial in sama Kei tapi Kei gak mau ngaku.

Kei mengambil ponselnya dan mengangkat telepon dari Kuroo.

"Moshi-moshi?"
"KEEEIIIIII!!"
"Kuroo-san, jangan teriak-teriak. Kuping aku sakit."
"Hehehe....Kei lagi ngapain?"
"Main puzzle yang baru aku beli. Kuroo-san kenapa nelpon?"
"Aku besok mau ke rumah Kei!"
"Ngapain?Tokyo–Miyagi itu jauh loh. Tiket keretanya juga mahal."
"Bodo amat. Yang penting besok aku mau ke rumah Kei. Sekalian ketemu sama calon kakak ipar sama mama mertua. Hehe....."
"Pede kali kau."
"Ya namanya juga usaha, Kei. Besok aku kesana jam 10 ya~"
"Iya. Ati-ati ya."

Tuuuttttt

Kei tersenyum kecil. Kepingan puzzle yang berada di meja langsung diabaikan. Kei ngehalu, ngebayangin kalo dia sama Kuroo tinggal serumah, tiap hari ngeliat satu sama lain, satu kampus, bahkan–

"Cieeee lagi ngehalu,"

Kakak bgst

"Nii-chan bisa ngetok pintu gak sih? Pergi sana," omel Kei sambil melempar Akiteru dengan salah satu boneka dinosaurusnya. Buyar sudah semua imajinasi Kei.

"Gitu ya. Tadinya sih pengen ngasih es krim stroberi, tapi karena diusir yaudah gak jadi."

Blam!

"Dih baperan! Mana sini!"teriak Kei dan langsung berjalan cepat menuju kakaknya yang berada di ruang makan.
"Udah abis," balas Akiteru.
"Anjing." umpat Kei.

Akiteru melempar es krim cup ke Kei. Karena terlalu tiba-tiba, si kacamata tidak sempat menangkap sehingga es krim yang dilempar mengenai dahi Kei.

"ITTE– APAAN SIH!"teriak Kei kesal saat kakaknya menjitak kepalanya.

"Kasar. Siapa yang ngajarin?" omel Akiteru.
"Kepo."
"Keiiiiiii...... Gak boleh ngomong kasar gitu ah. Imutnya ilang ih." racau Akiteru sambil memeluk erat tubuh adiknya.

INI KAKAK SIAPA WOY, TOLONG DIAMBIL!

"Nii-chan apaan sih. Lepasin ah," omel Kei sambil bergidik ngeri. Apa apaan sih kakaknya ini.

Ting tong

Akiteru dan Kei bertatapan. Menerka-nerka siapa kira-kira yang menekan bel. Mereka menunggu ada suara 'pakeeeettt' atau apapun itu. Tapi gak ada suara sama sekali.

Akiteru mendorong Kei ke depan. "Buka sana," perintahnya. "Dih, lo kan lebih tua! Masa sama ginian doang takut!" seru Kei tidak terima. Akiteru mengambil sapu kemudian mendekati pintu dengan perlahan.

Krieeettt.....

"Ba." gumam Kei dari belakang.

Akiteru terlonjak dan reflek melempar sapu yang ia pegang. "KEI BEGO!" teriak Akiteru. Dia masih jantungan. Kei lansung tertawa sinis. 

"Emang ada siapa sih diluar?" tanya Kei penasaran. Akiteru menggeleng tidak tahu. "Pokoknya tinggi, trus rambutnya item berantakan kayak ayam. Kayak jamet indo gitulah....." jelas Akiteru pelan. Kei berpikir sebentar kemudian menyadari sesuatu. Emang susah ya punya kakak yang bego dan gak ada akhlak.

Kei menghembuskan nafas gusar lalu membuka pintu rumahnya lebar-lebar. "Keiiiii jangan dibuka!" cegah Akiteru. "NIi-chan, sadar dong!Ini Kuroo-san, bukan penjahat!" seru Kei kesal dan malu.

Sedangkan Kuroo diluar cuma ketawa-ketawa gak jelas ngeliat pacarnya sama calon kakak iparnya(aamiin) adu mulut. Katanya Kuroo seru kalo ngeliat duo Tsukishima gelud. Bahkan Tenma juga mengakuinya.

"Jadi, apa aku boleh masuk?" tanya Kuroo sambil menatap kedua bersaudara itu. Akiteru meletakkan sapu yang ia pegang dan membalas senyuman Kuroo.

"Boleh kok!"
"Gak boleh."

Kei dan Akiteru saling bertatapan. 

Kuroo yang diperbolehkan masuk oleh Akiteru langsung nyelonong gitu aja. Gak pake salam, gak pake permisi. Langsung masuk.
"Kei aku laper. Bikinin makanan dong!" rengek Kuroo. Kei memijat pelipisnya. Gak kakaknya, gak pacarnya, sama sama gak bisa diem. Kei pusing sama Kuroo tapi sayang. Jadi yaudah deh sesekali Kei maklumi kegilaan pacar ayamnya itu. 

"Gak ada makanan. Siapa suruh kesini gak bilang-bilang. Katanya dateng besok, kok malah sekarang?" ucap Kei sarkas.

Tapi percayalah, walaupun diluarnya kayak orang kebanyakan beban hidup, Kei sebenernya senang Kuroo datang mengunjunginya. Tiket kereta mahal bor. Kesian Kuroo, lama-lama dia bisa miskin. Tapi Kuroo yang bucin merasa tidak masalah dengan hal itu. Gakpapa miskin, yang penting ketemu Kei. Udah gitu aja prinsipnya.

"Kei, aku numpang kamar mandi ya. Aku mules. Punten....." izin Kuroo lalu melipir ke kamar mandi. Kei mencari makanan instan seperti ramen atau mungkin kari, namun sayangnya tidak ada. Karena kasihan, akhirnya Kei memutuskan untuk membeli bento dari konbini. Remaja pirang itu pergi ke kamarnya untuk mengambil dompet dan jaket, namun yang ia lihat malah kakaknya yang sedang belajar di meja belajarnya sembari mendengarkan lagu dari headphone miliknya. Udah minjem, gak bilang pula.

Kei menepuk pundak kakaknya pelan. Akiteru menoleh dan melepas headphone yang dipakainya. "Udah minjem belum sama yang punya?" tanya Kei sambil memakai jaket miliknya. 

"Udah kok."
Kei berhenti sebentar. "Udah?Kapan?"
"Minjem ya, Kei. Tuh udah kan."

Nyesel nanya. Kei bertanya lagi, "Trus ngapain disini?Meja lu ilang?"

"Berantakan. Meja kamu rapih, jadi mendingan disini deh."
"Cih. Rapihin sana."

Kei membuka lemari dan memasukkan dompet ke kantung jaketnya. Akiteru menatap Kei seolah bertanya kemana adiknya itu akan pergi. 

"Mau ke konbini ya?"
"hm."
"Nitip mi-"
"Gak."

Akiteru langsung manyun.

Kei keluar dari kamarnya dan berjalan mendekati pintu rumah. "Kuroo-san, aku ke konbini dulu ya!". Setelah mendengar balasan dari dalam kamar mandi, si rambut pirang berangkat ke konbini.

Sementara itu......

Si rambut hitam yang tadi buang hajat akhirnya keluar dari kamar mandi sepuluh menit kemudian. Ajaibnya, beraknya Kuroo gak bau. Karena itu Kuroo berani numpang berak dirumah orang tanpa takut bau. Kuroo pun mencari keberadaan pacar pirangnya itu, tapi tidak menemukan sosok yang ia rindukan itu. Kuroo sih yakin dia mendengar Kei mengatakan sesuatu kepadanya, tapi tidak terlalu dengar karena suara keran air jadi Kuroo iyain aja. Yang Kuroo dengar adalah, "Aku ke kamar dulu ya" jadi Kuroo berasumsi bahwa Kei sedang berada dikamarnya.

Dilangkahkan kakinya menuju kamar Kei. 

Krieeeettttt.......

Wajah Kuroo langsung berseri-seri. Sambil mengendap-endap, ia mendekati sosok yang sedang duduk di meja belajar itu. Kuroo mendekap sosok itu dengan erat. Ia ikut membaca apa yang sedang 'Kei' baca. Sementara Akiteru yang tidak tau apa-apa malah merasa senang karena mengira yang memeluknya adalah kei, adik tersayangnya. Akiteru menoleh sambil tersenyum, dan betapa terkejutnya ia saat melihat si rambut ayam. Kuroo yang tau kalo itu bukan Kei juga ikut kaget. Mereka berdua membeku dan sama sama speechless.

"K-Kuroo?!"
"Lah?Nii-san?!" 

"Kuroo-san, aku mau kita putus. Nii-chan, jangan anggap aku adikmu lagi,"

Kuroo dan Akiteru langsung menoleh ke arah pintu. Kei menatap mereka dengan datar sebelum akhirnya menghilang perlahan.

"Kei! Bentar biar kami jelasin!"

Si rambut pirang yang masih kesal itu meletakkan belanjaannya dengan kasar dan mengunci dirinya di kamar orang tuanya.

Akiteru dan Kuroo pundung di pojokan. Gak tau harus ngelakuin apa biar Kei mau maafin mereka. 

Kelar~ 

Oneshots Anime dan LainnyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang