HQ!!(Tsukishima)

290 30 3
                                        

Hai aku kembali:3
Kangen kan sama aku? Gak usah tsundere gitu ah, pasti kamu kangen /maksa

Fanfic satu ini diangkat dari salah satu mimpi aku dan kebetulan banget yang aku mimpiin itu si Tsukki, jadi sekalian aja aku jadiin fanfic kan ya. Aku panggil pakai nama depan ya^^

TW: Horror(jaga-jaga)

Selamat membaca~ 
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Terlahir menjadi indigo bukanlah hal yang di inginkan oleh Kei. Sama sekali bukan. Ia sendiri masih ingat, saat dirinya berusia 5 bulan, ia melihat banyak sekali makhluk tak kasat mata yang berlalu-lalang di rumahnya, menembus kakaknya saat sedang berjalan, memperhatikan ibunya yang sedang memasak, atau mungkin hanya iseng memainkan tanaman di halaman belakang. 

Tak jarang juga ada yang mengajaknya main dan bercanda. Kei yang masih bayi jelas tidak mengerti. Beberapa yang menemaninya main terlihat sangat cantik dan tampan, wajahnya benar-benar mirip dengan manusia, tapi beberapa juga terlihat menyeramkan dan membuatnya menangis.

Semakin ia bertumbuh, semakin ia terbiasa dengan kehadiran 'mereka'. Kei lebih memilih untuk tidak menggubris hantu-hantu itu agar hidupnya tenang dan tidak di ganggu, ia sendiri juga tidak mau ada orang yang tahu tentang kelebihannya ini, kecuali Yamaguchi karena anak itu terus bertanya. 

Terbiasa bukan berarti tidak takut. Terkadang Kei masih bergetar jika melihat dan berpapasan dengan hantu yang wajahnya benar-benar menyeramkan, contohnya saja seperti di SMA Shinzen. Saat ia, Kuroo, Bokuto, Akashi, Hinata, dan Lev selesai latihan, Kei terus mencari-cari alasan agar teman-temannya itu tidak melangkah keluar dari gym. 

Ia tidak berani keluar karena tepat di pintu ada sesuatu yang sedang berdiri. Tubuhnya menjulang tinggi, bahkan bahunya saja tidak terlihat. "Nee, sampai kapan kalian ingin latihan? Kantin keburu ditutup loh~" kepala Yukie menyembul dari jendela. Akhirnya, mereka semua berkemas dan mulai berjalan ke pintu keluar. 

Deg deg deg 

Kei mencoba terlihat datar, ia mendekatkan diri ke Lev yang sedang memainkan kumbang yang menempel di handuknya. 

"Tsukki, kau suka kumbang? Lihat, deh! Daritadi mengikuti terus!" Lev memperlihatkan kumbangnya dengan bangga. Kei seketika merasa bersyukur Lev mengajaknya mengobrol. 

Swoosh

Nafas yang tanpa sadar ia tahan akhirnya dilepaskan dengan suara keras. "Tsukki?" panggil Lev. Kei menoleh dan menyentil kumbang yang ada di tangan bule Rusia itu, "Jelek sekali," 

"Hidoi!" 

Diam-diam, matanya melirik lagi ke pintu gym yang sudah tertutup. Makhluk itu sudah tidak ada lagi di sana. 

"Kau bisa melihatku, kan?" 

"Gah!" 

Teriakan Kei membuat Kuroo dan yang lainnya menoleh. "Hei hei hei, Tsukki, mukamu pucat!" seru Bokuto sembari menunjuk-nunjuk wajah Kei. 

"Tsukishima, kamu sakit?" tanya Akaashi khawatir. 

"B-bukan apa-apa." kilahnya cepat. Itu membuat yang lain curiga, tapi mereka tahu tidak ada gunanya bertanya, jadi mereka diam saja. Akhirnya mereka berenam sampai di kantin yang hampir sepi dan langsung mengambil makanan. 

"Tsukki, makananmu terlalu sedikit! Ini, ambil dagingku dan tumbuhlah yang besar!" Kuroo meletakkan beberapa potong ayam cincang di piring milik Kei. 

Kei menatap Kuroo dengan kesal, "Kuroo-san, kau sadar kan jika aku lebih tinggi?"

"Jangan pura-pura tidak mendengarku, hei manusia,"

Oneshots Anime dan LainnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang