Ada yang nonton atau main game Utapri juga gak sih:"
Aku merasa anime nya kurang perhatian gituloh, walaupun.....Jujur, animenya kurang seru, tapi visualnya mantap.
Aku bikin ini gara-gara kemaren abis rewatch dan lagi bucin banget sama Masato:))
Selamat membaca!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Daripada bosen, kita main ToD yuk!" ajak Otoya sambil duduk di sebelah Syo yang sedang memukuli Natsuki.
Tokiya mendengus kesal. "Kita ini kekunci loh. Mana lampunya juga mati. Ini camping macam apa sih." keluh Tokiya. Natsuki menabrakkan lengannya di bahu Tokiya. "Buuuu gak seru! Ayo main ToD!".
"Iya ih. Gw bosen." timpal Syo.
"Ayolah, Icchi. Kita kan udah nelpon senpai-tachi. Santai sedikit gakpapa kali. Atau jangan-jangan....Kau takut ya?" goda Ren.
"Kalo dipikir-pikir, boleh juga. Aku ikut." ujar Masato.
Cecil mengangkat tangannya.
"Ada apa, Cecil?" tanya Otoya.
"ToD itu apa?"
Masato berdeham. "ToD atau Truth or Dare adalah sebuah permainan yang memerlukan banyak orang dan dipilih dengan cara memutar botol. Yang ditunjuk oleh botol harus memilih antara jujur atau melakukan tantangan yang diberikan oleh-"
"Udah udah udah. Kepanjangan." potong Syo pusing.
"Ohhhhh, ngerti ngerti," jawab Cecil sambil mengangguk. Cecil pun memakan onigirinya lagi. Entah dapat darimana, tiba-tiba aja ada.
Tokiya yang awalnya berdiri di depan pintu akhirnya menyerah dan duduk di antara Ren dan Syo. Mereka duduk melingkar. Ren mengambil botol yang menggelinding ke arahnya kemudian meletakkannya di tengah-tengah.
"Siapa yang mau puter?" tanya Ren.
"Aku! Aku!" pekik Cecil riang. Botol pun berputar dan perlahan-lahan berhenti di Syo.
"Kok gw sih?!"
"Truth or dare?" tanya Otoya.
Syo berpikir keras dan memilih dare.
Ren tersenyum miring. Senyumnya semakin lama semakin lebar hingga tiba-tiba ia tertawa seperti orang gila. "Shinomi, bawa kue gak?"
Natsuki mengangguk riang sambil mengeluarkan sekantung kue berbentuk piyo-chan buatannya. Asal kalian tau, kue buatan Natsuki itu mematikan. Bener. Tanya Syo yang sering jadi bahan percobaan kuenya. Dari bentuknya sih rapih dan bikin orang yang ngeliat itu jadi pengen nyobain, tapi rasanya itu.
Intinya, jangan pernah makan kue Natsuki kalo gak mau sakit perut:)
"Oy Ren....Jangan bilang...."
"Ochibi-chan, gw tantang lo makan kue buatan Natsuki. Sekarang."
Yup. Dugaan Syo benar.
Syo langsung menjauh dari Ren saat remaja berambut oranye itu mengambil satu keping kue kering dari dalam kantung. "Ayo buka mulutnya. Aaaaaa....."
Masato berdiri dan menunjuk Syo, "Tahan dia!"
Otoya, Cecil dan Natsuki langsung menyerbu Syo dan memegangi tangan dan kakinya. Masato menghampiri Ren dan ikut membantu temannya itu.
"E-eh itu si Syo kesian loh....Kue nya Shinomiya-san kan....." Tokiya bingung harus ngapain. Pengen bantuin kesian, gak bantuin kayak gak diajak. Sad.
"Sini sini. Bantuin bukain mulutnya." ajak Otoya. Dia agak kewalahan memegangi tangan Syo yang terus berusaha untuk kabur. Tokiya pun menghampiri kawanan pelangi itu. Syo sudah lumpuh, hanya saja bibirnya mengatup sempurna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshots Anime dan Lainnya
Fanfictionisinya ya....Oneshots. Emangnya apalagi:) Lebih sering ngetik angst dan fluff karena aku suka banget angst dan aku gak bisa bikin smut apalagi lemon:v BxB ada GxG otw BxG ada Xreader juga ada uhuyyyy
