HQ!!(KuroTsuki)

279 36 6
                                        

"Kei, bangun."

Tsukki bukanlah orang yang mudah terbangun. Tapi entah
kenapa, jika Kuroo yang membangunkannya, ia akan bangun saat itu juga.

"Mn? Kuroo?"

Tangan Tsukki terjulur ke arah nakas, berusaha menemukan saklar lampu.

Ctek

Saat menoleh, ia melihat Kuroo yang sedang melamun menatap jendela kamar. Tirai yang terbuka sedikit membuat kilat yang sedang menyambar terlihat dari tempat Tsukki duduk.

"Kuroo?"

Tsukki menepuk pundak Kuroo pelan, sampai akhirnya si surai hitam menoleh perlahan ke arah kekasihnya. "Kemari, Kuroo." bisiknya.

Tanpa aba-aba, tangan Kuroo langsung memeluk erat pinggang Tsukki. Tak kuat menahan berat tubuh Kuroo, mereka sampai jatuh dari kasur.

"Aduh! Kuroo-san, kamu berat!" seru Tsukki yang pinggangnya masih dipeluk erat.

Kuroo melepas pelukannya. Ditatapnya Tsukki dengan wajah kesal, "Aku tidak berat! Kei saja yang tidak bisa menahanku!"

Kruyuk.....

Kuroo yang merasakan perutnya berbunyi pun hanya bisa nyengir. "Aku mau ramen," ucapnya.

"Baiklah. Ayo." ajak Tsukki. Ia berdiri kemudian menarik Kuroo ke arah dapur.

Kuroo duduk di depan televisi sambil menekan-nekan tombol di remote, mencari film atau berita yang sekiranya menarik untuk ditonton.

"Hampir saja kita terlambat makan malam. Kalau mengantuk jangan ajak aku juga. Tidur saja sendiri." omel Tsukki yang sedang memasak dua bungkus ramen instan.

"Tapi aku tidak bisa tidur tanpamu, Keiiiiii...."

Ah, Kuroo mulai merajuk. Kebiasaannya setiap baru bangun tidur.

Sembari mengaduk mie, Tsukki bertanya, "Kuroo, apa yang terjadi?"

"Aku mimpi buruk." jawabnya singkat.

"Tentang apa?"

"Entahlah. Di mimpi itu ada aku dan box bayi. Aku berada di dalam box bayi dengan boneka-boneka di sekitarku,"

Tsukki berdeham mengerti. Ia membuka bumbu ramen dan mengaduknya dengan mie yang masih ada di dalam panci.

"Lalu apa yang membuatmu takut?" tanya Tsukki lagi.

"Hanya ada aku dan box bayi. Sisanya kegelapan. Tidak ada apa-apa lagi. Lalu tiba-tiba ada dirimu, dan....Kau meninggalkan aku sendirian."

"Mimpi yang konyol."

Kuroo terkekeh pelan. Seaneh apapun mimpi yang di alaminya, Tsukki tidak pernah sekalipun menertawakannya.

"Kuroo, tolong bereskan mejanya."

Kuroo pun menyiapkan meja dengan cekatan. Tak berselang lama kemudian, kekasihnya itu datang dengan dua mangkuk ramen yang masih panas.

Makan malam sederhana itu hanya di temani oleh suara pembawa berita di televisi. Baik Kuroo maupun Tsukki, mereka menikmati keheningan masing-masing.

"Kei, aku mengantuk...." ucap Kuroo sambil meregangkan badannya.

"Kita sudah tidur dari tadi, lebih baik kita menonton film saja. Kalau tidak salah ada film yang belum kita tonton,"

Kuroo mengangguk senang. Selesai makan, Kuroo pergi ke dapur untuk mencuci piring sedangkan Tsukki sibuk mencari kaset di bawah rak.

Film pun berputar sebelum Kuroo selesai mencuci piring. Dirinya yang tahu ditinggal langsung buru-buru menyelesaikan cuci piringnya dan melompat ke sisi kosong di sebelah Tsukki.

"Huh. Bodoh sekali."

Sayangnya, hanya Tsukki yang berfokus ke film.

"Kei, mimpiku aneh ya?" tanya Kuroo.

Kepala Tsukki pun bersandar di pundak lebar Kuroo. "Tentu saja aneh. Mana mungkin aku akan meninggalkanmu, bodoh."

Kuroo diam. Ia tak bergeming, hanya menatap lurus ke arah Tsukki yang wajahnya memerah. Dasar tsundere.

"KEIIIIII!!"

Terharu, Kuroo menerjang tubuh yang berada di sampingnya.

"Sudah ku duga hal ini akan terjadi." gumam Tsukki kesal.

Tapi biarlah. Ia akan mengalah untuk kali ini.

Hai hai
Aku baru balik ehe:v
Maaf ya kali ini pendek, takut pada gak puas gituloh:(
Oke, sekian😗🤗




Oneshots Anime dan LainnyaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang