(21) We Go Home

7 6 0
                                        

By: Bii

**


"Hei, pseeet...." panggil Piter kepada temannya yang sedang terlelap di putik bunga matahari yang sangat empuk. Sehingga membuat  ia terlelap tidur. Mereka sekarang sedang berada ditempat yang dipenuhi oleh bunga matahari milik Mr. Obi, si lebah tua yang sangat ramah.

Piter yang sedari tadi memanggil temannya itu hanya menggertakan giginya geram. Jika saja ia sedang berada diatas, akan ia pastikan temannya Balbo itu sudah terjatuh dari atas akibat ia yang menendangnya.

Piter melompat ke tangkai bunga matahari yang bercabang, memudahkannya untuk naik keatas dimana temannya berada.

Balbo yang merasa tempat tidurnya bergerak, akibat Piter yang sedang meloncat naik ke atas mengakibatkan bunga matahari ini bergerak kesana-kemari. Balbo langsung membuka matanya lalu, menjerit histeris.

"Aaaaa... bunga ini akan tumbang! Peter tolong aku!?"

Piter yang masih berada dibawah hanya berdecak pelan mendengar Balbo berteriak histeris.

Setelah sampai ke atas, Piter melihat Balbo yang sudah siap akan terjun kebawah, membuat ia menerbitkan senyuman licik.

*Bung*

Tendangan dari Piter membuat Balbo langsung terjun bebas menghantam permukaan tanah dibawah.

"Dasar kau Piter, bokongku menjadi sakit akibat ulahmu. Dan untung saja sayapku yang bewarna tidak cacat olehmu." Balbo mengusap bokongnya yang terasa sakit sambil menatap Piter tajam.

Piter yang melihat itu hanya tertawa, merasa puas melihat Balbo merasa kesakitan.

"Kau sudah tidur 3 jam, membuang waktu untuk kita sampai di Lembah Bunga, kita harus pulang sebelum matahari terbenam Balbo. Kau tahukan bagaimana hutan ini saat dimalam hari?" bilang Piter panjang lebar.

"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan tidur lagi. Ayo! Mari kita berangkat." Balbo berkata dengan nyaring sambil menatap Piter semangat.

"Hmm, oke!"

•••

Mereka telah sampai didekat pembatasan antara Lembah Bunga dan danau yang sangat luas. Mereka harus menyeberangi danau jika ingin kembali pulang.

" _What!_ Yang benar saja kita harus menyeberangi danau ini Piter?" Balbo melotot melihat danau yang cukup luas didepannya ini. Mereka akan melewati danau ini menggunakan apa? Danau tersebut juga terlihat sangat mengerikan, dengan bunyi suara aneh yang bermunculan.

"Tenanglah, kita akan menggunakan daun teratai yang cukup lebar itu, untuk bisa melompat sampai kepinggir dan pulang ke Lembah Bunga," ucap Piter yakin.

"Tapi aku ini hanya kumbang kecil, bagaimana aku bisa melompati sebanyak itu," ujar Balbo sambil menatap daun teratai yang begitu banyak.

Ya, Balbo adalah kumbang kecil yang sangat cantik bernama ladybird. Sedangkan Piter adalah peri hutan yang tinggal di Lembah Bunga.

"Aku yakin kita bisa Balbo," ujar Piter meyakinkan Balbo.

Akhirnya Balbo mengangguk, mengatakan bahwa ia sudah siap untuk menyeberangi danau.

*Tung*

*Tung*

Mereka sudah melompati beberapa daun teratai. Dan Piter lah yang memimpin di depan. Sedangkan Balbo masih dibelakang sambil sesekali mengepakkan sayapnya.

"Ayo Balbo! Kau lambat sekali," ujar Piter. Balbo hanya mendengus pelan, tapi tak urung juga ia mempercepat lompatannya.

*Wruss*

*Blubuk*

*Blubuk*

Suara angin yang kencang dan juga suara air yang membentuk gelombang-gelombang sedang itu seperti ada sesuatu yang besar sedang berenang di dalam air.

Balbo yang merasakannya itu langsung membalikkan tubuhnya. Ia melihat sesuatu yang lancip timbul dipermukaan air dengan bergerak cepat.

"Apa itu? Hmm... mungkin hanya seekor hiu, ya seekor hiu," ujar Balbo tenang. Tapi, seperkian detik ia langsung membelalakkan matanya. Itu Deshark! Hiu yang sudah mati hidup kembali akibat terkena ilmu hitam. Bahkan hiu itu hanya tersisa kerangka tulang saja, tapi hiu itu berenang dengan sangat cepat.

"Hei... percepat lah Piter, Deshark! Deshark!"

Piter yang melompat ke daun demi daun dengan santai itu hanya mengabaikan ucapan Balbo. Ia tidak terlalu jelas mendengar apa yang dikatakan oleh Balbo.

"Piter, bodoh! Percepat lah!" ujar Balbo geram melihat Piter yang terlalu santai disaat ada hiu yang ingin memakan mereka hidup-hidup.

"Aku lebih cepat dari padamu kumbang kecil," ucap Piter.

*Syutt*

"Eh, kenapa kau cepat sekali Balbo!" ucap Piter menatap Balbo heran, si kumbang itu sudah sangat jauh dengan berteriak Deshark berulang kali.

"Baiklah, aku tahu itu Deshark, ta- apa! Wah aku sudah gila! Hiu itu akan memakanku!" ujar Piter, ia langsung mengepakkan sayapnya dengan cepat. Setelah dekat dengan Balbo, Piter langsung menarik kumbang itu agar ikut terbang bersamanya.

"Kau! Kenapa tidak dari tadi saja memakai sayapmu, kita hampir saja mati!"

"Aku kan hanya menghemat energi sayapku, dan juga mana aku tahu hiu mati itu ada di danau ini Balbo." Piter menatap Balbo setelah itu ia melihat kebelakang. Akhirnya mereka sampai dengan selamat.

Mereka sudah berada di dalam hutan Lembah Bunga. Piter mempercepat langkahnya, setelah itu mereka melihat banyak rumah pohon yang begitu indah.

"Piter! Balbo!"

Mereka menoleh mendapati peri dengan memakai pakaian yang menjuntai ke bawah dengan mahkota kecil dikepalanya.

"Baba... kami sudah pulang," ujar Piter langsung memeluk babanya, begitu juga dengan Balbo. Ia ditarik oleh Piter untuk ikut berpelukan.

"Aku tahu kalian akan pulang dengan selamat." Hermes menatap Piter dan Balbo dengan pandangan haru.


End

Fant's AntologyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang