By: Khansa
**
Hari ini hari yang amat sangat bahagia bagi pasangan Alpha dan Luna werewolf. Pasalanya, hari ini dua penerus kerajaan sudah lahir di dunia.
Dia bernama Alberc dan Alicia. Sepasang anak kembar yang sangat dinanti kehadirannya dalam keluarga pack.
"Luna, anakmu sungguh menggemaskan!" ujar Beta yang bernama Galang. Sang Luna hanya tersenyum dan mengelus elus pipi anaknya yang sangat lembut.
Alpha yang tadinya sedang bermain dengan anak perempuannya langsung berpindah ke samping matenya, Lunanya.
Memang sudah biasa mereka melihat keover protectifan sang Alpha yang kadang membuat sang Luna jengah dengan kelakuan orang itu.
Tiba-tiba para warior datang menemui sang Alpha. Mereka terlihat sangat panik dan tergesa-gesa.
"Alpha, pack kita di serang oleh para roger." Alpha dan Luna terkejut. Luna menatap Alpha dengan tatapan yang sulit di artikan.
Sedangkan sang Alpha, ia menatap sang Luna agar menjaga kedua buah hatinya yang baru saja menjadi sumber kebahagiaannya.
"Aku takut," ujar Luna.
"Tenanglah sweethert, jaga anak-anak kita, aku akan melawan ronger sialan itu!" Luna mengangguk sekilas. Alpha menyempatkan untuk mencium kening anak-anaknya dan matenya.
Alpha langsung berlalu ikut menjaga packnya. Ia seketika berganti sift dengan Werewolfnya.
Alpha memundurkan beberapa langkah dari hadapan sang Luna kemudian mengaung dengan sangat keras.
Setelah sang Alpha berubah menjadi Werewolf seutuhnya ia langsung menuju tempat medan pertempuran. Sang Alpha terlihat sangat gagah dengan warna bulunya yang bercorak biru ke unguan dengan warna silver di bagian tertentu. Matanya yang berwarna abu-abu terang menambah kesan wibawa.
Suara ngaungan para serigala terdengar jelas. Dua bayi kembar yang baru saja lahir pun terus menangis karena mendengar suara itu.
Alpha yang tau anak-anaknya menangis pun mulai gelisah. Di medan perang ini hanya Lunanya, dan anak-anaknya saja yang ia fikirkan.
Ia terlalu takut untuk kehilangan salah satu dari mereka akibat perang ini. Alpha lengah dengan pertempuaran ini. Akhirnya ia terkena serangan oleh sang raja ronger.
Lengan Alpha berdarah. Darah Alpha berwarna biru karena ia adalah Alpha terkuat di bangsa werewolf.
Sial! Nasib buruk menimpa pasukan Alpha. Warior-warior pack sudh mulai tumbang. Namun mereka heran, mengapa para ronger hanya mengerahkan sedikit pasukannya?
Kecurigaan Alpha semakin menjadi kala melihat sang raja ronger perlahan meninggalkan peperangan ini.
Alpha diam-diam juga mengikuti kemana perginya sang Raja Ronger ini. Damn! Sungguh terkejut. Ternyata Raja Ronger menuju packnya.
Alpha tidak bisa tinggal diam dengan ini semua. Ia harus menyelamatkan rakyat yang ada di pack dan sekitarnya. Terutama keluarga kecilnya.
Ia tak rela untuk kehilangan sumber kebahagiaannya yang baru saja sepenuhnya lengakap.
Di lain sisi, di pack sang Luna juga sedang menyerang beberapa para Ronger yang berhasil memasuki wilayah pacak ini.
Entahlah, Luna sudah tidak bisa berfikir jernih. Yang di pikirannya hanyalah rakyat dan anaknya.
Tanpa Luna sadari bebrapa Ronger sudah mengepung dirinya. Mereka menyerang Luna satu persatu.
Karena Luna habis melahirkan, kekuatamnya belum cukup stabil untuk melawan para Ronger ini.
Luna terkena salah satu serangan dari para Ronger. Ia terduduk di lantai dengan darah biru mengalir dari lengan cantiknya.
Tak lama, Gamma dan Beta datang membantu sang Luna yanh di kepung oleh serigala sialan itu. Para Ronger itu perlahan mindur karena melihat Alpha yang mendekat mearahnya.
Alpha lupa, dia kemari untuk membuntuti sang raja Ronger. Tapi melihat Lunanya terluka ia menjadi murka dan tanpa pikir panjang ia menghampiri Matenya.
Suara lolongan terdengar bersautan. Mereka seperti sedang berbicara dalam lolongan itu.
Sang penyihir kerajaan yang melihat pack ini kacau lantas berlari kearah kamar sang Alpha dan Lunanya.
Ia mendekap kedua bayi mungil yang masih terlelap di ranjang dengan damainya.
Saat ia mencoba tenang, tercium aroma Ronger yang mendekat kearah tempat ini. Ia menggunakan sihirnya untuk membelah diri menjadi dua.
Penyihir ini menyelamatkan sang bayi putri dan putra dengan berlarian kesana kemari tak tentu arah. Sampai akhirnya, mereka terpisah. Bayi laki-laki aman-aman saja dan kembali ke pelukan Alpha dan Lunanya dengan selamat.
Sedangkan bayi perempyuannya hilang bersama penyihir yang berusaha menyelamatkan nyawa anaknya.
End
KAMU SEDANG MEMBACA
Fant's Antology
Short Story"Kamu... percaya dunia fantasy?" .... Highrank: #4 antologicerpen #35 antologi
