5. Teman SMA

1.7K 219 20
                                        

Hari ini adalah minggu terakhir Wonwoo bertugas disini. Awalnya ia memang tak merasa nyaman bertugas dikota ini, tapi sekarang, ia justru sedih harus segera berpisah dengan semua tim yang sudah bekerjasama dengannya selama hampir satu bulan kebelakang.

Sepertinya bukan hanya itu saja yang membuatnya sedih, melainkan perpisahannya dengan Sana juga mungkin menjadi salah satu diantaranya. Walaupun sebenarnya ia tahu, Sana masih berada di lingkup yang dekat dengannya, namun tetap saja ada bedanya.

Apakah ketika mereka kembali, Wonwoo masih bisa melihat Sana sesering ini? Yah walaupun tidak berinteraksi, tapi melihat gadis penyuka warna lilac itu saja sudah semenyenangkan itu baginya.

Contohnya sekarang ini.

Dikala evaluasi yang dipimpin oleh kepala yayasan tengah berlangsung, Wonwoo masih menyempatkan dirinya untuk melirik ke arah Sana yang tengah mengamati perkataan kepala yayasan sambil sesekali mengobrol dengan teman sesama wanitanya yang duduk bersebelahan dengannya.

Gadis itu memang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, Wonwoo akui itu. Bahkan tanpa perlu diajak bicarapun, terkadang Wonwoo sedikit menarik ujung sudut bibirnya begitu merasakan sesuatu yang lucu terjadi diantara dua wanita itu. Padahal ia tak tahu apa yang mereka bicarakan.

"Won, lo baik-baik aja kan?"

Teguran Joy membuyarkan fokus Wonwoo dalam hitungan detik. Pria itu menoleh kepada Joy yang duduk disampingnya, dan senyuman diwajah Wonwoo seketika luntur entah karena apa. Jelas, Joy bisa melihat itu semua.

Wonwoo dan Sana, Joy tidak bisa memendam rasa penasarannya lagi.

"Gak apa-apa" jawab Wonwoo dengan gelengan kepala kecil.

Tak lama setelah itu, evaluasipun selesai, dan mereka bisa kembali ke tenda mereka masing-masing untuk beristirahat. Begitupun Joy dan Wonwoo diantaranya.

Namun begitu Wonwoo hendak berjalan menuju tendanya, tiba-tiba Joy menarik ujung jaket berwarna hitam yang Wonwoo kenakan, membuat pria berkacamata itu menoleh kepadanya dengan dahi berkerut. Ia tak tahu kenapa Joy tiba-tiba bersikap begini padanya.

Padahal seharian ini mereka hampir melakukan banyak hal bersama. Lalu, apa lagi yang kurang? Sampai-sampai Joy harus menarik ujung pakaiannya seperti barusan.

"Boleh gua bertanya sesuatu?" Tanya Joy begitu merasa situasi sudah aman diantara mereka berdua. Maksudnya, sudah tidak ada yang berlalu-lalang lagi disekitar mereka.

"Apa?"

"Ada hubungan apa antara lo sama Sana?"

"Sana? Sana siapa?"

"Jangan pura-pura gak tahu. Jelas-jelas lo menyebut nama dia berkali-kali saat dia pingsan waktu itu"

"Oh, badut boneka salju itu?"

"Terserah lo mau menyebut dia apa"

Wonwoo mengerucutkan bibirnya seraya mengadah keatas, menatapi langit yang belum juga menampakan banyak bintang-bintang hingga malam ini. Otaknya yang cerdas terus berputar mencari jawaban seadanya, namun mampu membungkam mulut Joy dalam satu kali tembakan.

"Teman SMA" jawab Wonwoo pada akhirnya.

"Hanya itu?"

"Mau apa lagi?"

"Misalnya sebagai mantan kekasih, atau teman mesra?"

"Ck! Simpan imajinasi seperti itu didalam benak lo, nyonya Park!" Wonwoo mengetuk dahi Joy dua kali menggunakan jari telunjuknya, sebelum akhirnya ia berputar menuju tendanya, dan meninggalkan Joy seorang diri ditempat itu.

TRAUMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang