Semua penghuni rumah menyambut kedatangan Jungkook dengan sumringah.
Jong-suk dan para pekerjanya saling berebut untuk memeluknya dan mengusap kasar puncak surai bocah tersebut.
Sontak Ji Eun pun bergegas memberi peringatan begitu melihat para pekerja pria dengan antusias ingin menepuk bahu kanan Jungkook.
"eh awas.. awas.. awas.. jangan sampai menyentuh bahu kanannya! bahu kanannya masih sakit!"
"hehe.. baik nyonya"
Ucap para pekerja pria secara serentak.
"eh.. sini.. sini.. ayo kita ke meja makan.. dagingnya baru saja selesai di panggang"
Jong-suk bergegas menarik lengan kiri Jungkook menuju ruang makan.
Jungkook pun mengangguk dengan sumringah mengikuti langkah Jong-suk yg sedang berjalan tertatih-tatih, diikuti oleh para pekerja yg bergerumun di belakangnya.
Sesampainya di meja makan...
Jong-suk dengan antusias menyuapkan daging sapi panggang ke mulut Jungkook.
"bagaimana? enak, bukan?"
Jungkook hanya mengangguk menjawab pertanyaan Jong-suk karena mulutnya sudah terlalu penuh, sebab Jong-suk tak henti-henti menyuapinya daging.
Rawut sedih yg sebelumnya terpampang di wajah Jungkook seketika sirna begitu merasakan sentuhan orang-orang sekitarnya yg begitu tulus menyayanginya.
Netra bulatnya kembali berseri-seri kala para penghuni rumah mengusap puncak surai dan punggungnya sebagai bentuk perhatian mereka.
Sementara Ji Eun hanya bisa mendengus bosan menyaksikan acara penyambutan untuk seorang pengasuh yg menurutnya terlalu berlebihan.
"haeeh.. kalian ini terlalu berlebihan.. menyambut Jungkook seakan-akan menyambut tamu presiden saja"
"hah, berisik kau Ji Eun.. sudah sana kembali ke kamarmu!"
Ucapan ketus Jong-suk sontak mengundang gelak tawa dari seluruh penghuni rumah, termasuk Jungkook.
Namun Jungkook berusaha keras menahan tawa dengan menyumpal mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya agar daging yg berada dalam mulutnya tidak menyembur keluar.
"hmm.. ayah jahat"
Ucap Ji Eun sembari memanyunkan bibirnya.
Namun sang ayah tidak menggubris dan kembali menyuapkan daging ke mulut Jungkook.
Tapi Jungkook yg di suapi malah Ji Eun yg menganga membayangkan kenikmatan daging sapi yg baru saja di panggang. Warnanya cokelat mengkilap dengan aroma sedap yg menusuk lubang hidung Ji Eun secara perlahan.
Seketika Ji Eun menghisap bulir saliva yg hampir saja menetes di sudut bibirnya.
"ayah.. aku juga mau.. suapi aku juga dong, yah"
Ji Eun merengek sembari menarik-narik lengan kaus polo ayahnya.
Namun Jong-suk menepis kasar jemari putrinya.
"ah, kau ini.. panggang saja sendiri daging untukmu.. ini semua untuk Jungkook.. pergi sana! mengganggu saja"
"huaaa.. ayah jahaaat!"
Ji Eun berpura-pura menangis di samping ayahnya namun sang ayah tetap tidak bergeming dari sikap ketusnya.
"biar saja.. ayah jahat karena kau yg lebih dulu jahat"
Ji Eun melotot ambigu mendengar pernyataan ayahnya.
"jahat bagaimana? aku yg sudah merawat Jungkook selama dia berada di Rumah Sakit.. bukan begitu, Jungkook?"
Ji Eun berusaha meminta pembelaan dari Jungkook namun Jungkook malah bersikap usil dengan menampiknya.
"hmm? kapan ya? lupa tuh"
Jungkook akhiri kalimatnya dengan tersenyum mengejek memamerkan gigi kelincinya.
Tentu Ji Eun tidak tinggal diam menerima perbuatan usil Jungkook.
Ji Eun pun membalas perbuatan usil bocah tersebut.
"hei, bicara apa kau ini! apa kau lupa saat kau menangis, kau yg sudah memaksaku untuk memelukmu!!"
Sontak Jungkook pun termakan pernyataan fiktif Ji Eun, terlihat dari ekspresi panik di wajah polosnya.
"hah? tidak! aku tidak pernah memaksa noona memelukku!"
Para pekerja yg masih berada di sekitar Jungkook dengan sumringah mengejek si pengasuh tersebut.
"ciee.. Jungkook sudah mulai nakal ya sekarang.. fiiuuh.. fiiuuh"
"wah apa kalian dengar tadi.. Jungkook memanggil nyonya dengan sebutan noona.. ciee Jungkook.. ciee"
"ku kira Jungkook itu polos.. oh ternyata pandai juga dia mengambil kesempatan"
"fiuuuh.. fiuuuh"
Salah seorang pelayan dengan semangat melontarkan siulan di setiap kalimat ejekan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Groom
Romance[21+] Story of KookU & VSoo. Sebuah kisah rumah tangga dadakan yg absurd. Bagaimana tidak.. si istri berusia 30 tahun sedangkan sang suami baru berusia 18 tahun. Sebuah kisah perjuangan seorang Lee Ji Eun yg berusaha mati-matian menutupi status pern...
