13. Si Tembam & Si Binal

1.4K 57 19
                                        


7 hari kemudian Jungkook akhirnya diperbolehkan pulang oleh Dokter.
Lilitan perban di bahunya sudah tidak setebal lilitan perban pasca operasi, kendati demikian Jungkook belum diperbolehkan terlalu banyak menggerakan lengan kanannya.

Saat ini Jungkook sedang duduk di pinggir tempat tidur dan Ji Eun sedang berdiri di hadapannya sembari menutup kancing kemeja baru Jungkook yg dia belikan kemarin sore.
"aku sudah belikan kau beberapa lembar baju kemeja.. sebelum bahu kananmu sembuh pakai saja dulu kemeja-kemeja ini.. tidak usah pakai baju kaos oblong dulu"
Mengingat anjuran dokter yg menyarankan Jungkook untuk tidak terlalu banyak menggerakkan lengan kanannya agar mempercepat proses penyembuhan, Ji Eun pun berinisiatif membelikan beberapa lembar baju kemeja agar Jungkook lebih mudah memakainya.

"uhm"
Jungkook mengangguk mengikuti perintah Ji Eun.

Selesai menutup semua kancing kemeja, Ji Eun berniat ingin menurunkan celana piyama Rumah Sakit yg masih Jungkook kenakan.
Sontak jemari kiri Jungkook pun mencegah niatan Ji Eun dengan memegangi bagian pinggang celana piyamanya.
"ti-tidak usah noona.. aku bisa sendiri" netranya membulat panik sembari menggelengkan kepala dengan cepat.

Melihat reaksi Jungkook yg terlihat panik, seketika membuat Ji Eun terkekeh.
"hahaha hei apa kau malu, hmm?"
Ji Eun mencubit pelan hidung mancung bocah di hadapannya.

"sudah terlambat jika kau ingin malu sekarang, hmm"
Ucap Ji Eun sembari mencubit gemas pipi tembam Jungkook.

"hiih, noona!"
Jungkook menarik kasar pipi tembamnya dari jamahan wanita dewasa di hadapannya.
Lalu dia buang pandangannya ke sebelah kanan untuk menyembunyikan semburat merah di wajahnya.

Ji Eun benar, seharusnya Jungkook sudah tidak perlu lagi malu-malu di hadapan Ji Eun, karena wanita tersebut sudah melihat Jungkook secara keseluruhan.
Bagaimana tidak, selama Jungkook menjalani masa perawatan di Rumah Sakit, Ji Eun lah yg selalu berada di samping Jungkook untuk membantunya.
Mulai dari menyuapinya makan, menyuapi obat, menyeka tubuhnya sampai membantunya untuk berganti pakaian.
Bahkan Ji Eun juga membersihkan kotoran Jungkook saat Jungkook tidak bisa bergerak dari tempat tidur karena kateter yg masih terpasang di saluran kemihnya.
Pada saat itu Jungkook sampai menangis karena merasa dirinya tidak berguna dan sangat memalukan sampai-sampai untuk kotoran pun harus di bersihkan orang lain.
Namun Ji Eun dengan sabar menenangkan bocah tersebut.
Ji Eun meyakinkan Jungkook bahwa semua orang yg di rawat di Rumah Sakit pasti membutuhkan bantuan orang lain karena tidak semua pasien bisa leluasa bergerak dari tempat tidurnya seperti yg Jungkook alami.
Ji Eun juga meminta Jungkook untuk menganggapnya sebagai kakak sehingga Jungkook tidak perlu sungkan ataupun malu meminta bantuan pada Ji Eun.
Dan untuk membuktikan ucapan tersebut, Ji Eun meminta Jungkook untuk memanggilnya 'noona'.

Sebenarnya tanpa Ji Eun sadari, Ji Eun telah menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai seorang istri.
Tentu perlakuan Ji Eun yg begitu telaten merawatnya membuat Jungkook semakin dalam menaruh hati pada istrinya tersebut.
Di satu sisi Jungkook sebenarnya masih betah berlama-lama di Rumah Sakit agar sang istri bisa terus berada di sampingnya untuk merawatnya, namun di sisi lain Jungkook juga merindukan seluruh penghuni kediaman Ji Eun, karena Jong-suk dari para pekerjanya hampir setiap hari menelpon untuk menanyakan kepulangannya.

"sudahlah.. biar aku saja yg membantumu memakai celana.. kita harus cepat sampai di rumah, jika tidak.. ayah akan kembali marah besar padaku"
Ji Eun berusaha membujuk Jungkook namun Jungkook tetap tidak bergeming dari posisinya memegangi bagian pinggang celana sembari membuang pandangannya.

"ck.. susah sekali sih anak ini diberitau!"
Ji Eun mencoba mengintimidasi dengan merengkuh kasar pinggang ramping Jungkook lalu membawanya kedalam dekapan sembari mencoba merapatkan bibir tipisnya pada sudut bibir mungil bocah di hadapannya.

Secret GroomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang