27. Hari Pemberkatan Pt.2

584 48 12
                                        


Jungkook berdiri lunglai menatap lirih ke satu titik membelakangi sang surya.
Satu titik dimana titik tersebut adalah puncak dari bangunan convention center, tempat dimana wanita yg dia cintai sedang dipersunting oleh pria yg jauh lebih pantas ketimbang dirinya, pikirnya.
Netra bulatnya kini tak lagi terlihat cemerlang, kabut dari tatapannya tak kunjung usai, entah sudah berapa ribu tetes jejak kepiluan itu mengalir di pipi tembamnya.

Perlahan Jungkook melangkahkan kaki menuju sudut balkon kampus yg tak berpembatas.
Bukan hanya pembatas tembok ataupun pagar yg tak dimiliki oleh balkon, bahkan pembatas kehidupan pun tidak dimiliki oleh puncak bangunan berlantai 10 tersebut.
Bukan hal yg tidak mungkin, jika Jungkook melangkahkan kaki setelah ujung balkon berakhir, Jungkook akan menemui kehidupan selanjutnya. Kehidupan kekal yg akan mempersatukan kembali dirinya dengan ayah dan ibunya.

Tap..

Tap..

Tap..

Dengan mantap Jungkook terus melangkahkan kaki menuju ujung balkon.

•~•~•~•

"duh.. kenapa lambat sekali sih lift ini sampai di atas!!!"
Ji Eun terlihat gusar dengan berteriak sembari menampar dinding lift di sisi kanannya.

Sementara penumpang lift lainnya memasang tatapan sinis ke arah wanita bergaun pengantin yg sedari tadi tidak mengizinkan satu pun dari mereka untuk turun dari lift agar lift tersebut bisa sampai di lantai 10 lebih cepat.
Sungguh, pengantin wanita yg egois.

(Ting.. Tong..)
Akhirnya pintu lift terbuka tepat di lantai 10.

Begitu sampai di lantai 10, Ji Eun berlari menuju tangga darurat di ujung lorong ruang peradilan semu fakultas hukum.
Rupanya Ji Eun masih harus menaiki tangga darurat untuk sampai di balkon.
Beruntung tata letak kampus masih sama seperti saat Ji Eun masih mengenakan almamater Universitas Nasional Seoul, sehingga mudah baginya untuk menemukan akses menuju tempat yg diinformasikan oleh Lisa sebelumnya.

Dengan susah payah Ji Eun berusaha menaiki anak tangga sembari mengangkat gaun pengantin berbahan tile yg berlapis-lapis, belum lagi dengan sepatu hak berbahan brukat setinggi 5 cm yg menghambatnya untuk mempercepat langkah menaiki anak tangga.
Hingga akhirnya Ji Eun memutuskan untuk membuang kedua sepatu pengantin berbahan brukat tersebut ke sisi kiri tangga dan merobek sekaligus lapisan-lapisan bahan tile gaun pengantinnya menggunakan pecahan kaca yg dia dapat di persimpangan tangga yg baru dia lewati.
Dengan sigap Ji Eun merobek gaun tersebut hingga menyisakan bagian atas yg menutupi tubuhnya sampai ke lutut.

Usai membuang sepatu dan merusak gaunnya, Ji Eun pun bergegas menuju atas balkon.

"haah.. haah.. haah"
Dengan nafas tersengal-sengal Ji Eun akhirnya sampai di depan pintu balkon.

Begitu Ji Eun membuka pintu, dirinya dibuat terperanjat luar biasa begitu menyaksikan pemuda yg ingin dia temui sedang melangkah gontai menuju ujung balkon.
Sontak Ji Eun pun harus kembali berlari untuk menghentikan aksi pemuda tersebut.

Begitu Ji Eun sampai dibelakang Jungkook, dengan sigap Ji Eun melingkarkan kedua lengannya pada tubuh ramping pemuda tersebut.
Tanpa sepatah katapun Ji Eun dekap erat tubuh Jungkook sembari membenamkan wajah di pundak sempit rengkuhannya.

Alhasil Jungkook pun mematung merasakan jaket hoodie-nya perlahan membasah karena sesegukan wanita yg sedang mendekapnya erat.
Tak sepatah kata pun terlontar dari bibir mungil si tembam, namun deruan nafasnya dihembuskan dengan lega, disusul dengan bibir mungilnya yg tersenyum dan lesung pipi yg merekah di kedua pipi tembamnya, seakan tahu siapa dan untuk apa wanita tersebut mendekapnya sembari menangis.

Secret GroomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang