Jong-suk dan salah seorang pelayan memasuki kamar Jungkook sembari menenteng banyak tas belanjaan.
Sontak Jungkook yg sedang fokus membaca buku-buku SMA teralihkan perhatiannya pada 2 orang paruh baya tersebut.
"ada apa tuan? apa apa bibi?"
"ini semua barang-barang yg kau perlukan besok"
Ucap Jong-suk sembari menaruh tas belanjaan di atas kasur.
Jungkook pun bergegas memeriksa tas-tas belanjaan tersebut.
Dan begitu melihat isi dari tas belanjaan, seketika netra bulat Jungkook terbelalak kaget.
"ya ampun tuan.. untuk apa repot-repot membeli banyak baju seperti ini.. astaga, sepatu dan tas ransel juga ada"
"tentu saja ini semua untuk kau pakai kuliah.. kau harus tampil setampan mungkin agar kau bisa memikat para gadis-gadis di kampus"
Seketika Jungkook pun terkekeh
"hahhaha ya ampun tuan.. saya kan kuliah untuk belajar, bukan untuk memikat para gadis.. lagi pula kemeja-kemeja yg noona belikan masih bagus.. tas ransel dan sepatu yg saya punya juga masih bisa dipakai"
"cih.. tas ransel dan sepatu lusuh begitu tidak pantas kau pakai ke kampus.. kemeja-kemeja yg Ji Eun belikan juga norak.. tidak modis.. pokoknya mulai besok kau harus pakai semua barang-barang ini.. besok biar bibi yg akan membantumu bersiap"
"bibi?"
Ucap Jungkook sembari menatap ambigu pada si pelayan.
"iya Jungkook.. besok bibi yg akan membantumu memilih setelan pakaian.. bibi juga akan merapikan rambutmu.. bibi jamin setelah itu kau pasti akan terlihat sangat tampan"
"benarkah? wah jadi tidak sabar.. terima kasih banyak ya tuan.. terima kasih banyak ya, bi"
Ucap Jungkook dengan wajah berseri-seri.
Keesokan paginya...
"wah bibi hebat sekali.. bagaimana bibi bisa tau setelan modis seperti ini"
Jungkook berputar-putar di depan cermin sembari mengagumi penampilan barunya.
"hmm kau meremehkan bibi rupanya.. walaupun bibi sudah tua begini, bibi paham setelan modis itu seperti apa.. bibi kan sering menonton konser k-pop di internet"
"hahhaha ya ampun bi.. ada-ada saja bibi ini"
"bagaimana.. kau suka kan hasil penataan busana dari bibi?"
Jungkook pun mengangguk dengan antusias sembari mengacungkan kedua ibu jarinya.
"uhm! Jungkook suka, bi"
"ya sudah, sekarang bibi akan menata ulang rambut mangkukmu ini"
Jungkook pun pasrah saat bibi menata ulang surai hitamnya.
Dia biarkan bibi dengan lincah menggerakkan ujung sisir berbentuk runcing untuk membuat belahan di puncak surainya, kemudian sang penata rambut amatir menyingkap asal surai bergelombang di sisi kanan dan sisi kiri dengan jari-jarinya.
"wah hanya ku tata asal begini saja, kau sudah begitu tampan... ckckck pantas saja nyonya bisa berpaling dari tuan Taehyung"
Ucap bibi sembari terpana memandangi penampilan baru Jungkook di cermin.
"iiihh tampan apanya bi.. seperti orang tidak mandi begini.. aku pakai gel rambut seperti biasa saja ya bi agar terlihat rapi"
Jungkook pun mengambil wadah gel rambutnya dari dalam laci namun bibi merampas wadah gel tersebut dari tangan Jungkook.
"ah kau ini.. mulai sekarang tidak usah pakai gel rambut lagi.. kalau kau terus menerus memakai gaya rambut mangkuk andalanmu itu, kau akan terus terlihat seperti bocah.. apa kau tidak ingin terlihat dewasa dihadapan nyonya?"
Sontak Jungkook pun mendadak canggung begitu mendengar celoteh si bibi yg begitu frontal.
"ih bibi bicara apa sih! sini bi gel rambutku.. aku tidak suka rambut seperti ini"
Jungkook menyembunyikan rawut canggungnya dengan berusaha meraih kembali wadah gel rambut yg bibi sembunyikan dibalik tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Groom
Storie d'Amore[21+] Story of KookU & VSoo. Sebuah kisah rumah tangga dadakan yg absurd. Bagaimana tidak.. si istri berusia 30 tahun sedangkan sang suami baru berusia 18 tahun. Sebuah kisah perjuangan seorang Lee Ji Eun yg berusaha mati-matian menutupi status pern...
