✂ - - - dihapus sebagian
***
[Bukabotol #2]
Shalitta bermain api karena dia pikir hatinya sudah mati. Namun ternyata ia salah kali ini. Seharusnya ia tidak melakukan permainan ini karena ternyata hati nya masih berfungsi.
Ketika hati dan kepercayaa...
Jika Shalitta harus tunjuk satu periode waktu dimana ia memutuskan bahwa ia mengubah rasa sayangnya kepada Idham menjadi bentuk cinta, sudah pasti ia tidak tahu jawabannya. Bahkan ia tidak tahu alasannya.
Seumur hidupnya mengenal Idham, laki-laki itu seringkali membuatnya kesal. Sakit hati. Dongkol. Merasa tidak dihargai. Dianggap bodoh setiap hari.
Tapi entah kenapa Shalitta merasa Idham peduli padanya. Ia melindungi Shalitta sebisa mungkin, walaupun kerap kali ia beralasan itu hanyalah permintaan dari orang tua Shalitta.
Perasaan itu—yang Shalitta sadari belakangan—adalah kesalahan terbesar Shalitta, berpikiran bahwa Idham peduli, berpikiran bahwa Idham menyayanginya. Hal itu membuat dirinya terbuai dengan angan semu yang terkonstruksi sendiri berdasarkan harapan. Harapan bahwa di dunia ini akhirnya ada yang mencintai dirinya setulus hati, selain orang tuanya sendiri.
Kesalahan terbesarnya adalah berharap. Dengan Idham, Shalitta menggantungkan harapan itu terlalu tinggi, terlalu penuh percaya diri. Tanpa menyadari bahwa semua itu berpotensi menyakiti diri sendiri.
—————🎔🎔🎔—————
Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.