23 | mulutmu, harimaumu (2)

15.9K 1.4K 143
                                        

tarik nafas dalam-dalam. awas emosi <3


—————


Malik Shidqi P.A Ta
Malik Shidqi P.A kok chat gue di read doang si?
Malik Shidqi P.A Msh marah ya?
Malik Shidqi P.A sorry ta. gue ga maksud. Kmrn beneran bercanda


Derap langkah kaki Shalitta menggema mengisi lorong rumah sakit yang sudah mulai sepi. Degup jantungnya benar-benar memacu kencang. Lebih kencang dari yang seharusnya. Ia mengabaikan pesan masuk dari Malik dan fokus berlari.

Saat melihat segerombol orang yang ia kenali tak jauh di ujung lorong, jantungnya terasa semakin ingin meledak. Wajah-wajah yang terlihat di sana, tidak menggambarkan sesuatu yang menenangkan. Shalitta semakin panik.

Larinya terhenti di depan orang-orang itu. "Mama?" Tanya Shalitta di sela nafasnya yang tersengal.

Bola matanya bergerak resah menatap segelintir orang yang berbalik menatapnya dengan sorot mata yang juga terlihat gusar. Mata Shalitta menemukan Bayu—sang papa—dan langsung menghampirinya. Ia meremas tangan Bayu dan menatapnya dengan panik.

"Nggak apa-apa. Baik-baik aja," Jawab Bayu sambil mengelus kepala Shalitta. "Kata dokter cuma shock aja."

"Katanya nggak bisa jalan?" Tanya Shalitta dengan khawatir.

"Iya, karena shock aja. Tadi udah ditanganin, udah diperiksa lagi. Semua normal, Ta. Nggak usah panik."

"Retak di panggul yang waktu itu?"

"Nggak kenapa-kenapa. All good, sayang." Bayu menarik Shalitta ke dalam rangkulan nya dan mengusap kepala putri semata wayangnya itu sekali lagi.

Shalitta membenamkan wajahnya ke dada Bayu lalu memeluk sang ayah erat-erat. Jantungnya yang hampir meledak saat mendengar sang mama jatuh di kamar mandi, kini detaknya berangsur normal.

Masalahnya Tri sudah pernah jatuh. Tulang panggulnya kala itu ada keretakan walau tidak parah. Tapi cukup membuat Shalitta takut kalau-kalau jatuh duduk untuk yang kedua kalinya ini memperparah keretakan itu atau terkena tulang belakang dan menyebabkan kelumpuhan. Pasalnya Bayu sempat mengabarkan bahwa Tri tidak bisa menggerakkan kakinya. Namun kini Shalitta lega bahwa hal itu hanya paralisis sementara karena shock terhadap benturan saja.

"Kamu, tuh, ya! Ngapain, sih, kuliah di Jakarta doang aja pake nyewa apartemen segala?!" Terdengar suara seorang wanita yang tiba-tiba menghardik ke arahnya.

Shalitta yang hampir menangis di dekapan Bayu langsung melepas pelukannya dan menoleh ke arah suara.


—————🎔🎔🎔—————



Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

 Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shalitta ✂ - - -Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang