✂ - - - dihapus sebagian
***
[Bukabotol #2]
Shalitta bermain api karena dia pikir hatinya sudah mati. Namun ternyata ia salah kali ini. Seharusnya ia tidak melakukan permainan ini karena ternyata hati nya masih berfungsi.
Ketika hati dan kepercayaa...
Janji. Part ini nggak ada yang bikin emosi lagi wkwkwk xD
—————
Siang semakin terik. Kantin semakin terasa panas. Entah berapa suhu cuaca Jakarta siang ini. Tapi mungkin suhunya sama dengan suhu kepala Malik.
Ia berdecak kesal sambil menaruh ransel dan ponselnya di atas meja. Uring-uringan setengah mati karena sudah hampir seminggu ini seorang wanita membalas pesannya dengan singkat-singkat kaya nggak niat.
"Tumben nggak berkeliaran godain dedek-dedek gemes." ledek Qiandra ketika Malik baru saja mendudukkan dirinya di sebelah wanita itu.
"Mau ganti haluan godain tante-tante metal." Jawab Malik sambil menunjuk Qiandra dengan gerakan dagunya.
Qiandra yang sedang menyesap rokoknya langsung menyemburkan asapnya ke wajah Malik. "Gue sundut rokok lo, ya. Enak aja masih muda belia gini udah lo sebut tante-tante."
Malik mendengkus.
"Shalitta mana? Tumben nggak sama Shalitta." Tanya Malik memulai pencarian informasi.
"Sibuk." Jawab Qiandra singkat, padat dan kurang jelas.
"Sibuk apa?" Malik menoleh ke arah Qiandra.
"Mau tau aja." Sahut Qiandra dengan setengah mencibir.
Malik sudah mengangkat tangannya ingin menggeplak kepala Qiandra, tapi beruntung Malik cepat sadar kalau ia lagi nggak di atas ranjang. Ia sudah berikrar pada dirinya sendiri bahwa ia hanya akan main tampar-tamparan dengan seorang wanita ketika ia dan wanita tersebut sedang di ranjang, tanpa busana.
—————🎔🎔🎔—————
Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.