✂ - - - dihapus sebagian
***
[Bukabotol #2]
Shalitta bermain api karena dia pikir hatinya sudah mati. Namun ternyata ia salah kali ini. Seharusnya ia tidak melakukan permainan ini karena ternyata hati nya masih berfungsi.
Ketika hati dan kepercayaa...
"Happy birthday to you... happy birthday to you..."
Mata Shalitta perlahan membuka dan mencoba beradaptasi dengan temaram cahaya di tengah kegelapan yang mendadak ada di depan matanya.
Suara nyanyian pelan yang bahkan hampir seperti bisikan itu membangunkan tidur lelapnya pelan-pelan.
"Happy birthday to you..."
Shalitta mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan apa yang sedang terjadi sekarang. Apakah dia masih mimpi?
Namun tampaknya tidak ada mimpi. Malik benar-benar duduk di sebelahnya dengan entah apa yang ada di tangannya, yang jelas di atasnya terdapat lilin berupa angka yang mengingatkan Shalitta bahwa hari ini ia bertambah tua.
"Malik?" Shalitta tersenyum tak percaya. Ia beranjak duduk hingga berhadapan dengan laki-laki yang menyunggingkan senyum sama lebarnya itu. "Lo kurang kerjaan apa gimana, sih?"
Shalitta mencari ponselnya untuk melihat jam yang ternyata menunjukkan pukul 12.02 tengah malam.
Malik tertawa pelan. "Make a wish buruaan!"
Shalitta berdecak kecil dengan hati yang riang. "Semoga gue bahagia selalu. Dah. Amin."
"Aamiiin!" Sahut Malik mengamini.
Lalu Shalitta meniup lilin tersebut dan dirinya bersorak kecil sambil tepuk tangan sendiri. Malik terkekeh hingga membuat dirinya tak sanggup menahan tangannya untuk tidak mengacak-ngacak rambut Shalitta dengan gemas.
Malik berdecak sebelum akhirnya berdiri lalu entah melakukan apa. Shalitta sampai mengerutkan kening ketika melihat Malik yang nungging-nungging dalam kegelapan.
Lalu tiba-tiba semburat cahaya biru memenuhi kamarnya.
Shalitta terkesiap dan menengadah ke langit-langit kamar. Tangannya refleks menutup mulutnya yang menganga karena terpana.
"Astaga, Malik!" serunya dengan senyum melengkung lebar di bibirnya.
Kini langit-langit dan tembok kamarnya dipenuhi cahaya biru tua yang menyerupai gumpalan awan, dihiasi titik-titik laser putih yang menyerupai bintang. Kamar Shalitta kini terlihat seperti galaksi di luar angkasa.
"I bring the galaxy to your room." ucap Malik sambil tersenyum manis.
—————🎔🎔🎔—————
Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.