✂ - - - dihapus sebagian
***
[Bukabotol #2]
Shalitta bermain api karena dia pikir hatinya sudah mati. Namun ternyata ia salah kali ini. Seharusnya ia tidak melakukan permainan ini karena ternyata hati nya masih berfungsi.
Ketika hati dan kepercayaa...
Shalitta hanya butuh satu notifikasi di ujung atas ponselnya untuk menjadi gila.
Ia hanya butuh satu kalimat terpampang di sana hingga akhirnya dia panik seperti orang kesurupan, bulir-bulir keringat dingin mengaliri dahinya dan air matanya mulai bercucuran.
Please log your period.
Dia baru sadar dia sudah tidak kedatangan tamu bulanannya hampir dua bulan.
Shalitta mendadak gemetaran, ketakutan bukan kepalang. Tidak mungkin dia bisa menghadapi ketakutannya sendirian. Sedangkan seseorang yang mungkin harus bertanggung jawab akan kekacauan ini, tidak bisa dihubungi hampir seharian.
"Bangsat!" Shalitta melempar ponselnya ke sofa lalu meremas rambutnya dengan kedua tangan yang gemetaran.
Ia menarik napas panjang sebelum menjatuhkan diri di lantai, memeluk lututnya, mencoba tenang.
—————🎔🎔🎔—————
Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.