47 | datang untuk pergi

22.4K 1.9K 340
                                        

[Present times.]


Pasha menatap Shalitta dengan datar. Sorot matanya polos dan santai seakan tak takut dengan tatapan tajam yang memicing, menatap balik ke arahnya. Kedua bola mata hitam legam itu menatapnya seakan meragukan ceritanya barusan. Sorot mata itu menuduh seakan Pasha baru saja menutup kisah yang Shalitta baru saja ceritakan dengan sebuah cerita karangan.

"Kalau nggak percaya, ya, udah. Nggak ada ruginya juga buat gue, Ta." Pasha—yang duduk bersandar ke kaki sofa sambil merangkul bahu Icha dari belakang—mengedikkan bahunya dengan santai.

"Pasha nggak jago ngarang," sahut Icha yang sedang berselonjor santai di antara kedua kaki suaminya. Kepalanya yang bersandar di dada Pasha agak menengadah untuk melihat wajah datar suaminya itu. "Lagian dia, kan, nggak peduli sama urusan orang, Ta. Ngapain juga ngarang-ngarang cerita Malik nangis cuma biar lo luluh? Kerajinan."


—————🎔🎔🎔—————



Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

 Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shalitta ✂ - - -Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang