✂ - - - dihapus sebagian
***
[Bukabotol #2]
Shalitta bermain api karena dia pikir hatinya sudah mati. Namun ternyata ia salah kali ini. Seharusnya ia tidak melakukan permainan ini karena ternyata hati nya masih berfungsi.
Ketika hati dan kepercayaa...
Shalitta benar-benar tidak sama sekali menghubunginya sejak pertengkaran mereka terakhir kali, seminggu yang lalu. Pertengkaran pertama mereka yang benar-benar menyulut emosinya sampai ke ubun-ubun.
Namun ketika sekarang ia menyerah dan memutuskan untuk melakukan rekonsiliasi, dirinya malah disambut sunyi.
Malik baru saja mendudukan dirinya di sofa ruang tamu apartemen Shalitta yang kosong ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Ia menerima panggilan itu dengan kesal.
"Kak, kamu lagi di Lucy? Aku nebeng pulang." cerocos Laiqa begitu saja ketika Malik bahkan belum bersuara.
"Nggak." jawab Malik singkat.
"Oh, nggak?" Laiqa terdengar sedikit terkejut. "Aku lihat Kak Tata barusan. Kirain sama kamu."
Malik yang bersandar malas di sofa langsung menegakkan duduknya. "Hah? Tata di Lucy?"
"Mmm ... iya. Kok kamu kaget gitu?" Laiqa langsung terdengar ragu. "Duh, jangan-jangan rahasia nih harusnya."
"Sama siapa?" tanya Malik dengan nada menuntut.
"Nggak tau, ah! Udah dulu, ya!" seru Laiqa panik.
"Laiqa! Jawab!" bentak Malik mencegah adiknya memutus sambungan telepon.
"Duhh, jangan seret aku ke masalah rumah tangga, ah!" tolak Laiqa.
"Rumah tangga apaan, sih! Udah jawab aja dia sama siapa." Malik semakin tidak sabar.
Laiqa berdecak. Nadanya berubah nyinyir. "Oh iya, kan, kamu bukan pacarnya Kak Tata, ya. Mungkin yang ini pacarnya."
"Bacot, Laiqa!" umpat Malik penuh emosi.
Laiqa tertawa puas. "Aku foto aja, deh, ah! Mana aku tau dia sama siapa. Orang nggak kenal! Ntar aku WA!"
"Buruan!" tuntut Malik sebelum kemudian memutus sambungan telepon.
Ia menatap ponselnya dengan degupan jantung yang semakin tak terkendali. Bahkan ia hampir meremas ponselnya sendiri.
Tak lama kemudian, Laiqa mengirimkan sebuah foto. Terlihat Shalitta yang sedang duduk bersebelahan dengan seorang wanita berambut panjang. Ia terlihat duduk malas-malasan dengan kepala yang bersandar di bahu wanita itu. Sementara di single sofa sebelah wanita itu duduk seorang pria. Malik bisa melihat jelas—walau fotonya agak remang-remang—bahwa pria itu adalah Idham.
"Taik." umpat Malik dengan geram.
Ia langsung membuka ruang pesannya dengan Shalitta lalu mengirim pesan kepada wanita itu.
Malik Shidqi P.AAku di apartemen. Km kmn? Shalitta A. Latieflg di Lucy Malik Shidqi P.Asm siapa? Shalitta A. Latieftmn SMA Malik Shidqi P.AIdham?
Lalu hingga lima belas menit bahkan setengah jam kemudian, Malik tidak kunjung mendapatkan jawaban.
Seketika dirinya naik darah. Ia meraih kunci mobilnya di meja dan bergegas melangkah keluar untuk menjemput Shalitta pulang sekarang juga.
—————🎔🎔🎔—————
Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.