27 | party pooper

15.1K 1.4K 98
                                        

vote dulu yuuuuk sebelum emosi yuuuuk xD


—————


Betapa terkejutnya Shalitta karena Mama dan Papanya datang bersama orang yang sama sekali tidak ia harapkan. Setelah pertengkaran mereka terakhir, yang Shalitta mau hanya satu. Tidak lagi melihat Idham. Apalagi di hari bahagianya.

"Tadi pas kita mau berangkat, Papa ketemu Idham di depan rumah. Eh ... dasar sotoy. Main ajak aja dia. Maaf ya, Ta." Bisik Tri saat mereka berdua sedang di dalam kamar.

Shalitta hanya bisa tersenyum masam. Tidak mungkin juga ia marah-marah pada orang tuanya karena telah membongkar persembunyiannya kepada Idham.

Rasanya hari ulang tahunnya mendadak berubah seperti panggung teater. Dimana ia harus bersandiwara dan bersikap seakan tidak ada masalah dengan Idham, di depan orang tuanya.

"Tante sama om duluan aja. Idham masih mau ngobrol-ngobrol sama Shalitta," ucap Idham sambil tersenyum manis ketika Mama dan Papa Shalitta pamit pulang. "Udah lama nggak ketemu soalnya."

Shalitta otomatis menegang.

"Yaudah, kita duluan ya." Ujar Bayu sambil menepuk akrab bahu Idham.

Setelah kedua orang tua Shalitta pulang, senyum Idham dan Shalitta kontan menghilang. Idham berbalik dan menatap Shalitta dengan tatapan tajam yang seakan penuh kemarahan.

Shalitta pernah melihat tatapan itu. Dulu sekali. Saat mereka masih SMA. Waktu Shalitta dimaki-maki di mini market dan diangkut layaknya karung beras karena ia mabuk dan clubbing tanpa izinnya.

"Nggak ada yang mau gue obrolin. Mending lo cepetan pulang—"

"Gue ada!" Hardik Idham tiba-tiba.

Shalitta tersentak kaget. "Apaan lagi?! Salah apa lagi gue—"

"Kaya gini hidup lo sekarang?!" Bentak Idham penuh amarah. "Kumpul kebo?!"

Jantung Shalitta rasanya lupa berdetak lagi.

Berusaha tenang, ia hanya berdecak dan memutar tumit untuk meninggalkan Idham ke kamar. "Pulang, Dham. Gue masih ngantuk. Sakit kuping gue denger lo ngamuk-ngamuk."

"Mau kemana?!" Idham mencekal tangan Shalitta dan menariknya dengan kencang hingga tubuh Shalitta tersentak memutar kembali menghadapnya.

"Aww! Sakit, anjing!" Shalitta menyentakkan tangannya, berusaha untuk melepaskan diri.

"Kaya gini yang lo bilang bisa jaga diri sendiri, hah?!" Alih-alih melepaskan tangan Shalitta, Idham malah mencengkeramnya semakin kuat dan menarik tubuh Shalitta hingga jarak di antara mereka semakin menipis. "Gue ketemu cowok lo tadi di lift."

Shalitta terkesiap.

"Dia tidur di sini, kan?" tanya Idham dengan nada geram yang tertahan. "Udah ngapain aja lo sama dia, Ta?!"


—————🎔🎔🎔—————



Author's note: baca selengkapnya di KaryaKarsa dengan beli paketnya seharga Rp 30,000. Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

 Terima kasih yang sudah mendukung dan membaca Shalitta! ♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shalitta ✂ - - -Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang