Chapter 40

601 103 15
                                        

Happy Reading

TUK TUK TUK

Yoora, Frankenstein, Muzaka dan Raizel melirik pintu bersamaan. Penasaran akan siapa pelaku pengetukan

Muncullah Lazark dibaliknya, ia memberi hormat.

"Oh Lazark!" sapa Frankenstein

"Lord Lascrea datang berkunjung" Lazark menjelaskan maksud kedatangan tanpa basa basi

Frankenstein menoleh ke arah tuan nya, Raizel yang sudah bangkit dari kursi.

"Tuan" panggil Frankenstein

Raizel langsung melangkah melewati pelayan nya, tetapi sebelum itu

"Selesaikan masalahmu terlebih dahulu, biar yang lain yang membantuku" Raizel berkata demikian

"Betul kata Raizel" Muzaka menimpali.

Mantan Lord werewolf itu dengan santai nya merangkul Raizel. Kedua nya pun pergi, meninggalkan Lazark

Sedangkan yang ditinggal, Lazark agak menunduk tanda menyapa saat menatap Yoora

Anehnya, gelagat kepala keluarga Kertia itu tak menunjukkan tanda tanda bahwa ia akan pergi

Karena dirasa canggung, Yoora memutuskan untuk menyapa duluan

"Hai" sapanya

"Bisakah kita bicara sebentar diluar?" Lazark meminta

Sial memang! Frankenstein melarang!

"Tidak bisa! Urusanku dan dia belum selesai"

Penuturan Frankenstein tak bisa diganggu gugat. Akibatnya Lazark harus pergi tanpa mendapat kesempatan barang sedetikpun untuk bicara

"Kalau begitu. Aku pamit" Lazark undur diri kemudian hilang dibalik pintu

Pandangan Yoora kabur saat melihat punggung Lazark yang makin jauh dan menghilang setelah pintu ditutup

Yoora melenguh lega. dia bangga dengan dirinya sendiri

'Dia baik baik saja. Syukurlah'

'Senang nya melihat dia hidup'

'Keputusanku sudah tepat!'

"Saat kau berusaha memprediksi kematian Lazark, telingamu sakit bukan?" Frankenstein sepertinya tak bosan bertanya

Yoora memalingkan wajah, tak sudi menjawab. Dia kesal Frankenstein melarangnya bicara dengan Lazark

"Hei! Kau tak dengar?" tegur Frankenstein

Yoora tak melirik atau menyahut

"Hei! Apa kau tuli?!" Frankenstein kembali menegur, kali ini direspon

"Kubilang namaku YOORA! Kang YOORA! bukan HEI!" sahut Yoora penuh penekanan

"Dan kenapa aku harus menjawab semua pertanyaanmu! Kau bahkan tak menanggapi pertanyaanku dengan serius!" marah Yoora panjang lebar

"Kenapa kau emosi?!" bentak Frankenstein

"Kenapa kau membentakku?!" Yoora balik menyentak

Kini kedua nya termakan emosi

"Aku tak membentak!"

"Itu apa!"

"Kau yang memulai nya lebih dulu!"

"Berisik! Dasar pembohong!"

"Kapan aku berbohong?!"

"Tadi! Tidak mungkin perempuan itu hanya anak didikmu!"

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang