Chapter 30

699 116 12
                                        

Happy Reading

Frankenstein dengan langkah penuh percaya diri melenggang masuk menuju singgasana Lord

"Lukedonia akan diserang oleh Union dan 3 kepala keluarga yang berkhianat"

Lascrea, ia langsung bangkit dari singgasana nya.

"Omong kosong apa ini?!" sentak Lascrea. Murka

Gechutel memincingkan matanya, menatap Frankenstein dan bertanya

"Frankenstein! Apa yang kau lakukan disini?"

Frankenstein balik menatap tajam Gechutel

Ditengah situasi yang sengit, pintu singgasana Lord didobrak secara paksa menghasilkan suara yang bising, bukan main

BRAKK

"Kepala keluarga! Sekarang bukan waktunya berdebat! Kita harus segera membuat rencana" Regis menyerobot pembicaraan

Rupanya pelaku 'pendobrakan' tak lain dan tak bukan. Si bocah gila hormat, Regis K.Landerge

Regis terhenyak sejenak, Regis kehilangan akal sehat karena terlalu panik. Ia dan kelompoknya harus memburu waktu dan segera membuat rencana.

Tapi, yang ia dengar dibalik pintu hanya kata kata penuh bantahan. Karena itulah ia memaksa masuk

"Regis!!" Rosaria dan Ludas memekik

"Meskipun kau memiliki darah Landerge, bukan berarti dirimu bisa bertingkah seenaknya!!" Kei Ru membentak

"Tuan Gechutel maafkan aku. Tapi, ini penghinaan" rupanya Kei tak terima dengan perlakukan Regis

Kei segera bersiap, hendak menyerang Regis menggunakan soul weapon Nya. Garant

Akan tetapi, Lazark dan Seira langsung menghalangi nya oh! Karius juga

"Tuan Kei, yang dikatakan Regis adalah kebenaran" ucap Seira

"Aku tahu ini terdengar tidak masuk akal. Tapi, kami punya seseorang yang bisa melihat masa depan dan dia bilang Lukedonia akan diserang lalu Lazark yang akan jadi korban" Karius panjang lebar sembari sesekali membenarkan letak rambutnya

Kini semua mata menatap Lazark, meminta kejelasan. Namun Frankenstein lebih dulu mengulurkan salah satu tangan nya dan berkata

"Aku yang akan menjelaskan. Jika, yang kukatakan tak menjadi kenyataan. Kalian boleh memotong salah satu tanganku" nekat. Frankenstein sudah nekat

Tentu saja keputusan Frankenstein ditentang! Regis langsung berteriak

"Apa kau sudah gila?!"

Karius menepuk pundak Regis kemudian berbisik

"Dia memang sudah gilakan? Kau tahu, kekasihnya yang buat orang itu jadi gila"

"Tao dan Takio juga jadi gila, setelah dirayu si kekasih" tambah Karius. Berbisik

BLACK EYES

Semua orang yang berada ditempat itu, mengeluarkan ekspresi demikian. Tak terkecuali, Frankenstein

"Mm.. Karius. Kau berbisik terlalu kencang" gumam Regis

'Karius! mulutnya...' baik Kei, Rosaria dan Ludas pun menggumamkan kata yang sama

"Hei. Aku bisa mendengarmu" ungkap Frankenstein

Berkat Frankenstein. Karius membungkam mulutnya disertai sweat drop yang berlebihan

Lost In The World Of NoblesseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang